Monthly Archives: February 2015

sayap ini cuma untuk pinjaman kah?
pinjam, lalu dikembalikan?

Kamu nggak bilang apapun, tiba-tiba dipunggung ini sudah ada sayapnya.
Ini untukku? Untuk selamanya apa akan diminta kembalikan?

Kamu tidak lihat dipunggung ini, bekas sayap yang dulu…dirampas sempurna oleh yang memberi…
dirampas, tidak diminta baik-baik.

Sekarang dipunggung tumbuh sayap baru, kaki sudah melayang, sayapnya sudah mengepak. Tapi aku belum berani terbang tinggi.

image

Coba lihat, ditangan mu ada apa? Pisau untuk merobek sayap ini? Atau tangan yang meraih tangan ku untuk ikut terbang?

Ah, kamu berdiri begitu diam saja, tangan kamu disembunyikan disaku celana. Melihat aku yang membumbung didepan mu, tersenyum kecil, itu saja yang kamu lakukan.

Jadi sayap ini, untukku? Pinjam? Selamanya?

Aku turun kembali perlahan, kamu cuma mengelus kepala ku…karena tinggi ku cuma sedada mu…aku cemberut

”Terbang lagi” itu katamu.
aku menggeleng keras, aku takut. Kamu kembali mengelus kepala ku, tersenyum.

“Belum saat nya terbang terlalu tinggi, setinggi kamu saja sudah cukup…20cm saja dulu” kamu sedikit bingung mendengarnya, kemudian mengangguk.

Sayap baru, belum saat nya terbang dengan sayap baru ini kan? Punggung masih pegal karena terbang yang dulu, aku istirahat sebentar sudah diberi sayap baru. Kepada Yang Maha Esa, aku terbang sedikit tidak apa kan? Kalau jatuh tidak terlalu sakit seperti yang dulu, hati ini sudah dititipkan pada-Mu supaya tidak jatuh asal-asalan lagi.

Now playing: Ed Sheeran – Thinking out loud

Advertisements

Enam tahun, ya…enam tahun beda nya aku sama adek
adek yang paling kecil di keluarga kami yang cuma tigaΒ  orang pasukan nya.
kakak, aku, adek.
it is six years, but the gap seems tighter nowadays…

adek yang lebih tinggi 10 centi dari aku jadi kelihatan lebih tua dari aku dan kakak.
He has that milky white skin tone before, tapi gegara sering main di panas, sekarang dia mirip ayah.
Aku sama adek itu kayak kawan, we talked random things, from the most secret things to the most unimportant stuffs.
Sementara sama kakak, cuma tinggal dikasih piso aja satu orang satu supaya bisa saling harakiri.

Mama bilang aku pas ditengah, sama kakak bisa, sama adek boleh…I am the coral, between waves and shore…boleh lah…
Aku berasa jadi orang paling beruntung ada ditengah, aku ngerasa gimana asik nya punya kakak, and how fun is that to have a little bro to be nagged around. Ha!

dan adek yang lagi pendidikan di ibukota itu jadi buat kangen, yeah missing
Aku yang paling pengen lari dari kota ini malah adek yang dapat kesempatan emas itu, padahal dia yang paling disayang

image

Here is the last picture taken before he left Aceh…see how short I am.

Dirumah aku jadi orang yang paling excited kalo dengar kabar adek mau pulang, walaupun cuma jawab angguk aja padahal didalam udah joget morena…
dan aku udah nggak sabar tanggal 28, tangan udah gatal pengen traktir si adek…ahahaha…

Dear, bro
do you even realise that we are six years apart? But it seems like it just 2 or even 1 year…I thought you’ve become mature, but you are the childish one. He’s Rudi, my adek and he’s the most romantic man who I’ve ever met. Malahan kalah abang-abang leading man drama Korea, he can be mature if you want, and he can be mama boy…the essential thing is…he is jomblo… *ngakak*


To you whom I left my heart, It broke already…into pieces
I still remember how we could fell for each other that deep, we couldn’t think straight. We didn’t think clearly, we were young.

To you whom I left my heart, I’ll take the pieces back…slowly.
I remember how I years passed faster than we thought, and how days seem so long nowadays. I think something, no someone is missing.

To you whom I left my heart, I’ll erase the memories, they are too much.
It was hard when you were around, but it is even harder when you are not around. I keep looking at my phone, check it repeatedly. Wishing that a call would come and your name would appear.

To you whom I left my heart, I’m sorry I couldn’t be much better for you.
I was trying hard to keep you around me, but the sun is me who is circled around you, my earth. You kept being the cloud, scattered away, how hard I’m trying to reach you, just empty wind that I could get.

To you whom I left my heart, my writings, my prays, my hopes were for you, but I’ll stop.
This is the last writing about you. I’m gonna stop thinking, remembering, memorizing everything about you, this is the last piece.
I have taken away my heart from you, nothing left…every pieces.
my head was fulfill about you, but it has stopped now.

To you whose heart never be given to me. Have a good life.


Udah dari minggu kemarin dipaksain terus nonton drama Malaysia sama kawan kantor. Don’t want to…tapi penyakit yang punya darah A, nggak bisa bilang ‘no, thank you’

Yaudah di copy ke harddisk, cuma bisa natap sambil nangis dalam hati.
‘Kak ojii, gimana film nya seru kan?’
pesan whatsapp nya dibaca-dibaca-dibaca terus seratus kali nggak berubah. Open folder, mulailah film aneh itu muncul di layar laptop.
aku nggak suka, demi SoLim couple aku nggak suka.

‘Seru, seru…’ jawaban pendek dari folder film yang udah dibinasakan oleh ctrl+shift+del hapus sempurna.

Hasutan lain lagi, disuruh nonton WGM. Aku serius nggak pernah nonton WGM dan nggak niat nonton. Puhlease… itu udah scripted semua nya, dan aku nggak suka pasangan yang married karena scripted titik.

‘Harus nonton pokoknya, kak’
udah bisa ditebak kan aku langsung streaming…
Buset ini Jong Hyun cool abis, tapi not my type yang kayak kulkas gitu. Akhirnya pura-pura aja nonton, padahal dibiarin streaming sendiri, aku baca koran di depan komputer.

Aku nggak bisa bilang ‘aku, nggak mau’
silly me, yeah. Tapi gimana cara bilang nya coba?
Apa orang nya marah kalo aku nolak? Sakit hati nggak dia? Nanti nggak kawan lagi (dueng)

‘Dek, cuci piring ya…’ itu udah jam setengah dua belas malam, dan kepala aku nggangguk otomatis.

‘Mba, coba yang ini bagus untuk kulit nya mba…’ oke beli

‘Ozii, yok nonton 9D’ padahal duit lagi kering kerontang, angguk aja.

Aku yang diajak kemana aja hayuk dan nggak nolak, diajak temanin kesana kemari juga boleh, padahal tenaga udah 10% lagi…

Tough…nggak, aku cenderung lembek. Kadang berasa dimanfaatkan, tapi mikir jelek gitu juga nggak boleh. Mama bilang, adek itu keliatan nya aja strong, sok-sok an padahal aslinya keraton jawa. Lembek, mendayu-dayu. Males cari perkara. Makanya kalo disuruh ini itu angguk aja, males berdebat.
Apa iya? Dan orang yang seperti ini biasanya membosankan, right?

Me, not fun.