Udah dari minggu kemarin dipaksain terus nonton drama Malaysia sama kawan kantor. Don’t want to…tapi penyakit yang punya darah A, nggak bisa bilang ‘no, thank you’

Yaudah di copy ke harddisk, cuma bisa natap sambil nangis dalam hati.
‘Kak ojii, gimana film nya seru kan?’
pesan whatsapp nya dibaca-dibaca-dibaca terus seratus kali nggak berubah. Open folder, mulailah film aneh itu muncul di layar laptop.
aku nggak suka, demi SoLim couple aku nggak suka.

‘Seru, seru…’ jawaban pendek dari folder film yang udah dibinasakan oleh ctrl+shift+del hapus sempurna.

Hasutan lain lagi, disuruh nonton WGM. Aku serius nggak pernah nonton WGM dan nggak niat nonton. Puhlease… itu udah scripted semua nya, dan aku nggak suka pasangan yang married karena scripted titik.

‘Harus nonton pokoknya, kak’
udah bisa ditebak kan aku langsung streaming…
Buset ini Jong Hyun cool abis, tapi not my type yang kayak kulkas gitu. Akhirnya pura-pura aja nonton, padahal dibiarin streaming sendiri, aku baca koran di depan komputer.

Aku nggak bisa bilang ‘aku, nggak mau’
silly me, yeah. Tapi gimana cara bilang nya coba?
Apa orang nya marah kalo aku nolak? Sakit hati nggak dia? Nanti nggak kawan lagi (dueng)

‘Dek, cuci piring ya…’ itu udah jam setengah dua belas malam, dan kepala aku nggangguk otomatis.

‘Mba, coba yang ini bagus untuk kulit nya mba…’ oke beli

‘Ozii, yok nonton 9D’ padahal duit lagi kering kerontang, angguk aja.

Aku yang diajak kemana aja hayuk dan nggak nolak, diajak temanin kesana kemari juga boleh, padahal tenaga udah 10% lagi…

Tough…nggak, aku cenderung lembek. Kadang berasa dimanfaatkan, tapi mikir jelek gitu juga nggak boleh. Mama bilang, adek itu keliatan nya aja strong, sok-sok an padahal aslinya keraton jawa. Lembek, mendayu-dayu. Males cari perkara. Makanya kalo disuruh ini itu angguk aja, males berdebat.
Apa iya? Dan orang yang seperti ini biasanya membosankan, right?

Me, not fun.

Advertisements