Monthly Archives: May 2015

Sudah, masa bodoh sajalah…
Perasaan nya udah bisa mulai dikurangi

Senang nya udah bisa ditenggelamkan aja
bahagia nya udah abis

Nggak usah dipikirin, dianggap aja bukan siapa-siapa
anggap aja teman seperti yang lain
dipikirin kamu bisa gila tau.
masa bodoh saja dengan itu semua

apa kamu bilang? Cinta? Omong kosong itu semua.

-mom’s harsh words-

Advertisements

Aku ini siapa?

Pertanyaan simpel itu muncul terus-terusan kayak abu yang ada terus dikamar nggak pake minta ijin datang nya.

Sebenarnya bukan orang yang seperti itu tapi sok aja nyantai, sok nggak dipikirin tapi kepikiran.
kan tai

Kata-katany mama itu nusuk kali kedalam otak
Tapi kalau seperti itu apa jadi jahat ya…

Insecure
Insecure
Insecure

Iya, manusia kecil yang enggak penting. Kapan sih jadi penting?

Ini nggak akan selesai sampai aku ambil jalan yang bikin nyaman diri sendiri. I’m not going to keep anything which is hurt like…so damn hurt…


Dear you,
are you going to make me a diabetics?
you and your sweet words…

I can’t count how many times you make this silly heart flutters.
it stopped beating for seconds. I hate you.
You and your pick-up lines…

‘What were you doing in the office today?’
‘Nothing, just thinking about you…’

‘What do you want me to buy? I’m going to go back tomorrow’
‘Can you just stay here, near me, not going anywhere anymore?’

‘Hey, I want something…:)’
‘What are those? Tell me’
‘I want your caring, your loving, and you…’

So dear, you…
are you going to make my heart keeps fluttering? If the answer is yes, please don’t stop…silly me, right?


‘Makasih Andi, aku bahagia karena kamu’ Andi cuma ngeliatin Rama sambil diam, Rama tersenyum didepan nya.

‘Andi, aku bahagia ada kamu’
‘Andi, aku nggak tau gimana hidup aku kalo nggak ada kamu’
‘Beruntung aku ketemu kamu, Andi’
‘Kalo kamu nggak ada…aduuh nggak tau deh gimana runyam nya aku’
‘Cinta kamu, Andi’

Andi diam, bukan karena dia ngerasa tersipu-sipu atau senang dengar kata-kata manis itu, tapi karena semua kata-kata itu pernah dia dengar dari orang yang hatinya pada akhirnya pergi ninggalin Andi.

Andi merasa muak dengan kata-kata itu, wanita lain mungkin akan bahagia sekali mendengarnya, ya, Andi juga, dulu. Kata-kata yang sama orang yang berbeda.

‘Andi, kenapa?’ Rama kelihatan khawatir karena Andi diam saja.

‘Kamu, bisa tolong berhenti ngegombal?’ Jawabnya sambil tertawa, Rama heran dengan jawaban Andi.

‘Itu bukan gombal itu–‘ Rama belum selesai bicara Andi memotong nya.

‘Rama, semua kata-kata itu pernah aku dengar dari orang yang ninggalin aku dulu. Jadi kamu–‘ Andi diam karena Rama menarik kepala Andi dan memeluknya. Serangan jantung mendadak.

‘Kamu keliatan sangat hancur setiap ceritain tentang mantan kamu itu…’ ujar Rama serius.

‘Ya, aku memang sudah hancur…’ jawab Andi datar, Rama langsung melepaskan Andi.

‘Dan nggak segampang itu aku percaya dengan orang lain’ sambung Andi, Rama butuh usaha yang nggak gampang untuk buat Andi percaya. Entah Rama akan menyerah atau Andi yang luluh, entahlah.


“Dek, pengen apa lagi? Mumpung masih di Medan ini”

“Nggak ada mama, semua pengen nya udah dipenuhin pas di Seoul…”

Mama diam ngeliatin aku yang senyum lebar nggak bisa dibilang gimana ingin nya pada akhirnya udah finished.

Yap. Finished.


‘Selamat ya kakak, sudah move on…’
Andita berulang-ulang membaca chat singkat dihp nya.
Move on, itu yang terbaca jelas.

Andi melempar hp nya ketempat tidur dan keluar kamar. Apa yang dia tau? Pikir nya.

Chat singkat dari calon-adek-ipar-yang-nggak-jadi-iparan membuat Andi sedikit kepikiran.
Apa dia memang sudah move on? Oke, sekarang memang ada Rama dalam hidup Andi yang menggantikan, eh tidak lebih tepatnya mengisi tempat nya Odi dulu.
Ya, Odi masa lalu nya Andi. Calon-suami-tidak-jadi nya Andi.
Odi yang berjanji menikahinya ditahun 2015
Odi yang selalu mengatakan nggak tau gimana hidup nya kalo Andi nggak ada.
Odi yang membuat hidup Andi terbalik 360Β°.

Apa Andi sudah move on? Adik nya Odi nggak pernah tau kan kalau Odi meninggalkan lubang besar dihatinya? Membuat Andi takut mencintai, membuat Andi takut dengan komitmen.
apa yang mereka tau? Bahwa Andi membutuhkan waktu setahun lebih untuk bisa melanjutkan hidupnya yang terasa kosong.
Odi, dunia nya Andi. Bagaimana mungkin Andi bisa berhenti mengitari dunia nya?
Mereka nggak tau bagaimana Andi sempat berpikir bahwa tidak perlu pasangan didunia ini, toh Andi punya orangtua yang peduli. They don’t know that.

Move on? Andi masih berjalan ditempat. Andi merasa takut akan banyak hal, tentang dia dan Rama misalnya.

Apa Andi sudah move on? Mungkin perasaan nya pada Odi sudah tersapu habis, bagaimana dengan luka yang ditinggalkan Odi? Tidak ada yang tau bahwa Andi butuh psikiater.