Monthly Archives: June 2015

Aku lagi ngambil foto berdua dengan ayah yang lagi nyetir dengan santai. Iya, ayah nggak tau fotonya lagi aku capture buat postingan di path. Muehehe.

‘Jadi kamu dengan Rizki gimana dek?’

‘Baik, ayah…biasa…’

‘Maksud ayah kapan kamu nikahnya? Tahun depan? Atau 6 bulan lagi?’

Buggg. Jantung aku jatuh. Ayah yang nggak pernah nanyain masalah ini dan aku nggak pernah berharap dengar pertanyaan itu dari ayah. Ayah bukan orang yang suka omongin masalah ini, karena ayah pernah bilang melepas putri kecil ayah adalah hal yang paling sulit dalam hidup ayah. Dan kelihatannya ayah udah eneg ngeliat aku mondar-mandir dirumah.

‘Kami belum bicarain masalah itu ayah…’

‘Dibicarain lah dek, kalian apa mau pacaran terus?’

Itu bukan hal yang mudah tentu aja, nggak semudah ngajak main petak umpet atau ngajak makan kesuatu tempat.
‘Hey, riz…nikah yuk!’
Nah kedengaran kayak ngajak main rumah-rumahan kan? Dan aku nggak siap nanya sama manusia itu kapan bakalan kearah sana.
seandainya aja manusia itu adalah orang yang tahun lalu mungkin aku bisa sedikit memaksa, yang ini? Aku tidak terlalu mengenalnya.

Jadi kamu, apa kita harus bicarain masalah ini?
Jawabannya belum kan? Nanti…


Halo untuk Juni
dan bagaimana kata-kata ‘nggak apa’ ‘okeey’ ‘iya iyaa’ jadi sering diketik.

Ketemuan sama ini ya
bantuin bikin tugas ini ya
Sarapan pagi sama ini ya

Ngelus dada, sambil ngetik ‘iya, hati-hati’ tambah lagi emotikon ini ‘:)’
apalagi yang kurang?
Jeruk nipis mana jeruk nipis?
Garam mana garam?
Silet mana silet?

Sok ngerti padahal ngelus dada
sok nggak peduli padahal dipikirin
sok nggak cemburu padahal bentar-bentar wudhu’

Aku butuh sajadah dan sujud. Doa minta dikuatkan, kayak sinetron.
ngek