Pas pulang, notebook warna coklat itu udah diatas meja.
Sebelumnya bobok rapi dalam lemari.

Jder!

Yap, notebook coklat tentang gimana kita ngisi perasaan kita dulu, karena kita dua orang cupu yang nggak ngerti ungkapin perasaan secara eksplisit.

Tulisan dia yang cakar ayam, tulisan aku yang nggak kalah semaknya.
Gantian, buku itu sebulan sekali ganti tempat.
our feelings were there.

Dan dibaca semua sama mama. Yap. Semuanya.

Kampret.

Advertisements