Monthly Archives: November 2015

Halo Mr… err ahahaha
bahkan nyebut namanya saja masih susah sampai sekarang
the flutters are still there.
not that kind of flutters, or I can say the ache.

Aku dengar kamu sudah punya wanita yang baru, ehem jadi pertama-tama selamat untuk kamu πŸ™‚
Aku doakan yang terbaik.
Postingan yang ini adalah postingan terakhir tentang kamu, yang akan aku tumpahin semuanya, semoga bukan postingan panjang -.-

November is kinda hard, and this month is the mellow season.
ya, aku bawaannya kok kepikiran kamu terus, ah ternyata perasaan yang dipaksa untuk dibuang jauh, dipaksa bohong sama diri sendiri kalo itu nggak benar, ternyata…aku rindu.
Bukan, bukan…bukan dengan orangnya, perasaan itu. Ya, perasaan yang dulu itu, yang terasa kayak gulali, aku rindu dengan perasaan itu.
The low deep friendly voice, ya dengan itu aku juga rindu, yang dengan bahagianya mengirimkan voice record just for simply said ‘good night baby’ dan ‘miss you baby’. Aku rindu itu.
Nangis, still cry, but today, is the last time that I cried out loud.

Iya, move on aku masih remedial, dan seseorang tanya, kalo kamu kembali bagaimana? Tidak. Aku tidak butuh kamu kembali, karena kalau kamu kembali, perasaannya tidak kembali kan? It is so much hard when you left, but it was damn harder when you’re around.
dan ketika aku berdoa, Ya Allah, orang yang ini boleh? Kamu menjauh dan kamu hancurin hati aku sedikit demi sedikit, till the point aku lupa bagaimana bahagia. Aku tau kalo Allah menjawabnya, bukan.

Mr… yang namanya adalah favorite search aku di instagram dan google beberapa bulan yang lalu, aku sudah memaafkan kamu, untuk rasa sakit, untuk janji bohong, untuk harapan kosong, untuk tidak setia. Aku memaafkan kamu. Kamu pasti nggak merasa bersalah untuk itu, karena kamu nggak merasakan yang aku rasa, iya kan? Yang pasti aku sudah memafkan kamu dan sudah ikhlas.

Jadi bye bye untuk kamu, I’m gonna get over you, just not today, but someday I will.