Monthly Archives: December 2015

Dan tahun 2015 ini terasa cepat sekali bergerak maju, entah karena banyak resolusi yang tercapai entah karena aku menghabiskan banyak waktu untuk banyak hal. Entahlah, dan aku akan mengingat tahun ini sebagai tahun terbaik yang pernah terjadi. Geez. Melancholy but so true. Here some highlights happen on 2015.

  1. The visa, Seoul and tour. Benar cita-cita dari tahun 2012 ini akhirnya, finally happened on this beloved 2015. Akhirnya, yap pada akhirnya aku ngeliat juga gimana incheon airport yang seluas setengah banda aceh (oke ini lebay) tersesat disubway, melahap semua makanan yang dilihat di film drama, right people I visited Seoul. Dan surely I’ll be back. Yap banyak tempat yang belum sempat dikunjungi waktu itu karena alasan takut tersesat. Silly me. Dan jadinya sekarang nyesal sendiri kenapa kemaren itu nggak nekat aja. At least sudah pernah kesana kan sudah cukup ya? Kalo diingat-ingat jadi pengen senyum dan ketawa. Life lesson number one, keep dreaming and start acting, it’s going to be happen.
  2. The sahabatteng. And these guys when you need people who laugh a lot. Ya, dengan mereka tanpa basa basi membicarakan sesuatu hal yang nggak penting sampe nggak penting sekali. Mereka yang mengajarkan kalo hidup ini nggak selamanya abu-abu dan kelam kayak ruangan tanpa lampu. Bareng mereka udah ngerasain yang namanya liburan sama-sama, senang, masuk angin, mual dan kesal. Yup, one of Allah’s blessing. Friends.
  3. Mama. Tahun ini ngerasain yang namanya dekat sekali sama mama, ya mama. Wanita hebat yang sudah bawa-bawa aku selama sembilan bulan didalam perutnya, rela badan jadi melar dan rela jadi gendut. Mama. Beliau mengajarkan banyak hal ditahun ini, dan aku merasa bahwa ini mama, yang sudah bikin aku kesal selama masa-masa teenager bisa menjadi orang terbaik yang perna ada dalam hidup aku. Mengerti bahwa nggak mudah menjadi mama, dan nggak mudah punya anak yang unik sendiri diantara kakak dan adik. Ya, aku. Mama bilang aku adalah yang paling aneh dirumah, makanya mama rada benci dulu. Sekarang? Mama bilang bahwa aku mengajari mama cara bersabar dan diantara kakak dan adik, aku lah yang paling sayang sama mama walaupun sering mama abaikan. Wow, just wow. Mama bilang aku akan menjadi ibu yang baik nanti, we’ll see mama, we’ll see :).
  4. The guy friends. Ini tentu saja bernama abdin nashir, yeah, dia satu saja yang menjadi teman terbaik untuk urusan perut dan temanin mutar-mutar. Dulu rada malas berteman sama laki-laki dan semenjak kenal dia ini malahan jadi malas berteman sama perempuan. Ngek. Ya karena sama perempuan sering kerepotan ngurusin mulut mereka yang rada cablak dan nyakitin hati. Well, kadang-kadang, nggak semua, perempuan ngerasa bahagia dengan masalah perempuan lain. Life lesson number two, less people care of your problem instead they are happy deep inside. Choose wisely to whom you tell your problem. Nggak cuma abdin nashir, ada agus yang dari dulu selalu ngedengarin curhat yang berasal dari hati and he answered like a brother, act like a brother, indeed he’s a brother to me. Thanks to you, tos dulu!
  5. The Ireane. Well, ireane never failed to cheer me. Sama ciwi yang satu ini nggak pernah ngebahas gimana kampretnya hidup dan dia nggak pernah nanya, tapi the story just flow as it is. Bicara selalu seru dengan ireane and she’s gonna be a wife soon, real soon. Entah aku akan kehilangan sosok sahabat yang satu ini, entahlah tapi family life is gonna take your whole time, semoga saja dia masih punya waktu untuk cerita rencana jalan-jalannya atau juga tentang married life nya. Semoga. Hihi πŸ™‚
  6. The smartphone. Yup benar, aku beli handphone baru gegara tab nya tiba-tiba ngehang dan ngambek. Aku nggak pernah dingambekin sama handphone dan dia ngambek secara sempurna, bikin aku sakit kepala dan bingung gimana mau baca webtoon. Pret. Sony C5 ultra dual adalah pilihan. Kameranya menyelamatkan foto-foto ngeblur. Pokoknya aku cinta. Life lesson number three, good photos lead to good mood.
  7. The come and go, lady friends. Seperti yang aku bilang bahwa wanita banyak sekali mikir pake perasaan, banyak teman perempuan yang ngambek dan menjadi sekedar ‘teman’ saja. Yang pasti aku bersyukur, Seolah2 Allah bilang ada pelajaran yang didapat dari mereka dan kurang-kurangin deh nyakitin orang, belum tentu hidup sampe besok. Dan someone that i thought she was friend said that she is happy that I’m single, and at least she’s going to get married soon before me. Life lesson number three, your sadness is one’s happiness, choose wisely to whom you trust. Padahal ketika dia jadian sama pacarnya nggak pake tapi aku bahagia untuk dia. Aneh kali manusia.
  8. The brother. Aku dan adek menjadi semakin seperti orang asing, dengan dia yang selalu aku ceritakan kampretnya hidup jadi seperti dia menjawab bahwa hidupnya masih lebih sibuk ketimbang mendengarkan cerita aku yang nggak penting. Well, aku berdoa untuk dia selalu semoga urusan kuliahnya lancar. Itu saja. Lagipula dia sudah punya pacar yang harus dia perhatikan, jadi dia kayak bilang, hey nanti aku dengarkan aku mau menghabiskan waktu dengan wanita ini dulu. Baiklah.
  9. The sugar guy. Ya, dia yang datang di awal tahun 2015 dan menawarkan another sweet love untuk ku yang sudah lupa rasanya cinta itu kayak apa. Karena aku diabaikan seperti kain lap butut dengan yang dulu. Laki-laki ini? Seolah mengatakan bahwa saat itu aku penting untuknya. Aku manja sekali dan dengan dia aku bisa menjadi sangat manja, dan dia bilang akan memberikan aku kebahagiaan sampai kapanpun. He left. Wahahaha. Aku bersyukur dia pergi tentu saja, aku makan hati, karena dia nggak menawarkan kebahagiaan cuma untukku, ada wanita lainnya yang dia tawarkan hal yang sama, tentu saja dia tidak bisa memiliki kami berdua kan? Dan aku tidak ingin menjadi orang yang pertama dan ada yang kedua, siapa yang tidak ingin menjadi satu-satunya? Tapi paling tidak aku merasa cinta yang lain dengan laki-laki ini. Life lesson number five, there’s no same love between persons. Ya aku merasa jatuh cinta, tapi ini berbeda dengan yang dulu, ada harapan disini dan terasa berat ketika dia pergi dan lama kelamaan aku sadar bahwa orang yang kamu percaya juga adalah orang yang menyakiti kamu dengan sempurna.
  10. Life lessons, life lessons everywhere. Yeah, ditahun 2015 ini banyak sekali pelajaran hidup yang udah missed dari tahun-tahun sebelumnya, wah ternyata aku nggak sebegitu dewasa. Masalah, nangis, ketawa, bahagia, datang gantian di tahun ini. Dan everything happened for a reason, good reason for sure. Pokoknya banyak sekali yang hebat ditahun ini, jadi penasaran untuk tahun depan bakalan kayak apa, dan aku yakin it’s gonna be great.

Well, 2015 thank you for giving me such great lessons ever. Dan aku selalu yakin rencana Allah selalu lebih hebat dari rencana ku. πŸ™‚