Sebentar lagi Juli akan menggantikan tempatnya Juni. Panas menyengat, hujan badai, angin kencang, cuaca yang nggak bisa ditebak adalah kata yang pas untuk bilang gimana Juni itu.
Gimana aku dibulan ini? Sejuta rasa malas-malasan, boros yang luar biasa, kamar yang amburadul, otak semrawut, dan perasaan yang berubah-ubah juga terjadi di Juni ini, iya benar, in our beloved June. Ngek.

Mama…stop acting like I never existed, ma. Rasanya pengen teriak begitu tapi ini bulan puasa dan orang yang pengen diteriakin itu adalah mama. dosa kan ya, dan dosanya bakalan jadi belipat deh tu. entah, tapi perasaan nggak dipeduliin sama mama itu jadi makin ember dan bikin muntaber, udah dibilang sama diri sendiri kalo itu semua nggak betul, tapi, yap, she…well, she just doesn’t really like me. Dan aku benci dibuat kayak gini -___-
Hasilnya aku jadi jarang ngobrol sama mama kecuali untuk urusan yang memang urgent. Whatever.

What else in June, ya..ehm ah iya Insomniac. Parah. Jadwal tidur jadi makin nggak beraturan, kadang liat kasur dikit langsung bisa tidur gimana pun ributnya suasana, kadang kasur udah nyaman, cuaca adem, mata malah kebuka lebar sampe sahur. Yang pasti tulang berasa patah semua, mata panda is too clingy onto my eyes dan berat badan yang semaput untuk nurunin nya malah udah berkurang aja dua kiloan.

Dan juga That dejavu feeling, peps. It’s kind of trauma, a friend said so. Ngetuk-ngetuk jari di dada pas perasaan itu balik, katanya itu masih normal kok, yasudah nggak usah dipikirin. Haha. Fake laugh.

Dan pokoknya dadah Juni, ada feeling abandoned dan unwanted segede raksasa dibulan ini. I’m not going to miss you, June. Bye.

Advertisements