Monthly Archives: December 2018

Finally, I’m coming back. Teehee

sebenarnya bukan karena sibuk makanya nggak nulis sekian abad lamanya, tapi karena takut tulisannya bakalan nyampah seputaran nggak bersyukurnya mamak satu ini akan hidup. Yeah, exactly.

It starts when hubby is really, yeah much busy this year. Yang betul-betul nggak punya waktu untuk aku dan Nay. Awalnya nerima-nerima aja gitu oh oke dia sibuk untuk kami, nyari rezeki untuk aku dan Nay, kerja kayak orang gila. Literally becomes gila.

ya, gila kurasa itu kata yang paling cocok karena sibuknya dia dan orang-orang dikantornya kayak buat funny jokes antara mereka jodoh-jodohin ini dan itu, dia dan dia, then my hubby got a match too. Yang menurutnya untuk lucu-lucuan aja sesama orang kantornya (yang menurutku nggak lucu sama sekali, nyet) yah awalnya gitu aja sampe dia harus hapus-hapusin beberapa chat, yang nggak sengaja keliatan, dan gelagapan pas ditanyain, taking pictures with his ‘match’. Kesel? Dewa dong ya. Absolutely.

well, hub, kita baru dua tahun, fucking two years dan itu juga almost lho. Aku nggak butuh banyak duit yang kamu sodorin, I’m not a bitch okay, aku butuh kamu dan waktu kamu untuk aku dan Nay. Sesimpel itu yang kamu gak bisa kasi, tapi kamu bisa deh main-main sama ‘match’ kamu itu selagi kerja, dan nggak bisa balasin chat aku. Baiqla.

aku rasa menikah itu berkomitmen, bukan cuma coretan dalam hidup kayak pas lagi pacaran yang bisa kapan aja putus, apalagi udah punya anak cuy, apa bosa dianggap drawing a doodle ini sebenarnya? Nggak kan? Dan ini bukan menggambar, nggak bisa dihapus kalo ada yang salah, palingan juga cuma bisa di dash aja tulisannya, dicoret, which means the mistake was always be there, remembered. This marriage isn’t a doodle.

Because I always say I love you, means that I am the only one who loves you the most, then you can do what you want? Sok ganteng kali kau ah :/