Category Archives: something

I don’t know this is appropriate or not but whatever la ya. This is about a real nightmare after my marriage dan printilan nya yg bikin gemes.

Akhirnya I’m married. Yay! Dan next apasih yang semua pasangan mikir sehabis nikah? Yap, having a baby or babies, lot babies (pengsan)

Dan kita juga pengen itu, a little baby, our mini, our junior and we plan it as soon as possible, secara udah tuir ntah nungguin apa kalo ditunda.

And yes I never know that ‘that’ thing is fucking hurt like so much hurt. Apa iya abis itu berdarah-darah kayak film vampire? Terus darahnya bisa sampe berember ember, bisa sampe hampir pingsan, sampe keluar darah yang mengeras kayak seukuran tinju, iya? Apa iyaa? Anyone can you please answer that? (Nangis)

Jawabannya nggak dan something really wrong with that, ternyata dan ternyata he did it wrong, me neither. Payah pergi ke klinik untuk dijahit disana sini, terus harus bedrest dan gabisa jalan banyak, makan juga gak boleh banyak, karena, pup is the biggest enemy, iya mampus gila rasanya pengen nangis kalo udah pengen pup. And I shouldn’t squat. Mampus kan.

Till one day, while I was resting on the bed, husband popped out and ask why am I spacing out? Maybe I’m not ready to get married, I said. He hugged me, I cried. I’m not ready for this hurt, I’m not ready for all of this. I cried a lot nowadays, iya kayak anak umur belasan lagi swing moods, dan marah-marah gak jelas.

But he’s still there, suka gangguin pas enak-enaknya lagi ngegame, sabar dan cengar-cengir, I’m really sorry for everything ya. I need to get healing soon, physically and mentally. Pertama karena kamar udah berantakan kayak hutan dan yang kedua I need to laugh more.

Advertisements

This post is for you, yeah you.

A small thank you from me, writing something for you.

Thank you for your understanding. Iya makasi banyak udah mau ngerti gimana moods itu bisa swing beberapa kali dalam sehari, bisa ngambek gak jelas, bisa nangis tetibaan, terus joget -_- and you never complain about it. 

Thank you for acting like a grown-up. Iya, malahan lebih dewasaan deh, ketimbang aku yang hobinya ngambek kalo dicuekin karena mancing, kerjaan, dan teman ngopi, dan bisa sesabar itu menghadapi so emotional me dan moody me, ajarin kek!

Thank you for sparing your time for me. Iya seminggu itu bisa ketemu lima kali sampe kadang kita cuma diem-dieman karena udah habis bahan, jadinya cuma duduk diam enjoying drinks and holding hands. It means a lot to me and you making it so damn special. Bahkan rela sediain waktu padahal udah ngantuk level dewa, I’m so annoying right, but there you are, smiling.

Iyaa, jadi maaf ya kalo ada banyak segala semoga dalam hubungan kita, I’m hoping so much dan I’m hoping you wish it too.

 
Jadi, sejuta terima kasih untuk kamu yang udah mau jadi teman, abang, pacar yang baik, semoga bisa segera jadi suami yang baik juga untuk aku nanti, dan juga thanks for not giving up on me, yeah you, Abdin nashir πŸ™‚


Halo bulan sembilan

Iya, September udah disini dengan ngasih hujan yang turun sepanjang hari, exactly sesuai dengan sebutannya berrr >__<

Dan apa kabar diet? Not so good and not that bad either. Tiga kilo turun, sip. 

Dan bagaimana hubungan ku dengan mama? Not so good not that bad either. Sip.

Apalagi ya? Ah iya, dibulan ini diawali dengan nggak enak. Dijodohkan (lagi), ditanya kapan mau akhiri masa lajang (lagi), ditanya ada niat S2 (udah gak pernah lagi ditanyain masalah ini), ditanya ‘what is so good being single?’ yeah actually what’s so good being single? I can’t say it’s nice being single, really, but being single means no kids, no responsibility, no headache. It’s mean, I know, but hey, how many people want those back? Those days when you don’t really have anything to think about and it’s just an empty phase in your head, yup completely blank. Call me childish, call me haven’t grown-up, but being single means you have so many times to thank your parents that they are there supporting you, and having ‘me-time’ without anyone disturbed. Ask me, do I love being single? Definitely, no, but I’m thankful for how I am now, and I hope that all of you pray for me not to be single anymore, soon, rather than asking me that question all over again. are you satisfied enough with my answer? 

Dan hari itu nggak ada yang protes dengan jawaban panjang dan sedikit sarkasme itu. Aku senyum lebar dan semua anggota keluarga yang ngumpul feeling uneasy. Siapa suruh nanya, Mamam tuh.


26

Yap, exactly usia 26 aku gendong ditahun ini, dibulan Juli.

Dan rencana-rencana nya untuk diJuli yang baik hati ini dengan terpaksa dibatalin. Yap, batal. Rencana mau beli bb cushion dan udah di order dari tanggal 8, sellernya malah mendadak kabarin ditanggal 16 kalo cushion nya habis. Duit juga amazingly habis karena wedding marathon dan otomatis aku harus beli banyak kado. Rencana mau manjain diri sendirinya mau gak mau dibatalin dan malah banyakan kerja rodi dirumah.

Bulan Juli juga jadi sedikit aneh karena aku menghindari mama sebisa mungkin dan seolah-olah lagi make invisible cloak ^^; until my birthday, she didn’t even say anything. Dan yah, apasih pentingnya aku buat mama?

Abdin, thanks so much untuk laki-laki satu ini, mau temanin kemana-mana, wedding party yang bejibun dia juga rela ngasih waktunya. Dan my birthday, dia juga nggak kemana-mana dan ngeluangin satu hari nya untuk aku, sorry for being such an egoistic, dear. And thank you for making me feeling special, not only loving πŸ™‚ 

The sassy sister, ya, terima kasih untuk selalu beli cake disetiap ulang tahun, dan doa-doanya. You know I love you so much and hate at the same time *evil laugh*

Dan untuk teman-teman yang nggak bisa disebutin satu-satu, yang udah ngeposting foto jelek nan alay, juga ngedoain semoga aku segera nikah nggak pacaran terus, muahahaha.

Dan me, what I am thinking about being 26 are…dulu, ya duluuu sekali aku pikir di usia 26 ini aku akan punya kerjaan bagus, udah nggak tinggal sama orang tua lagi, dan having a kid already. Tapi ternyata sekarang, I just want an ordinary life. yang biasa saja, stable job and health juga stable and constant relationship. Ya, sesederhana itu tapi susah untuk bisa kesampaian.

Ah, well, happy birthday, me πŸ™‚


July’s here! (joget india)

Akhirnya Juli disini juga dan aku udah nggak sabar karena Juli means meeee >_< 

Iyap, anak moody dan hobi ngabisin duit ini is going to be on birthday epribodeh

Udah rencanain pas Juli gantiin Juni mau ngasih hadiah buat diri sendiri (apaan). Iyaa dan itu udah disenter, distalking, di search sampe jempol segedek gaban. I’m gonna buy BB cushion…yeeeaaaay *tepok pramuka*

Iya jadi pilihannya dari mulai Laneige, Holikaholika, Innisfree, the face shop, dan Missha…jadilah pilihannya Missha! *nari tortor*

Alasannya simpel aja sih, karena case nya kiyut >_< ahaha nggaaak, liat di review para beauty blogger cover nya lumayan bagus lah untuk harga yang nggak selangit, karena Laneige itu harganya bikin pingsan dan dompet akan tinggal angin kalo dibeli. Holikaholika cuma naksir case gudetama nya aja sih, ngek. Innisfree, ini dilema karena review nya pada bilang oke, tapi beda sama BB cushion yang lain, dia nggak dapat refill, cih. The face shop case nya lucuuk, tp cakey finish, udah ngetes punya counter -_- Jadilah Missha aja pilihannya

Iyaaaa, aku kan cinta sama si brown, exactly dibeli dia ini deh, dan semoga paketan nya sampe pas tanggal 17 *berdoa segenap jiwa raga*

Selain mau beli BB cushion juga mau perawatan muka deh, ini muka udah kayak jalan belom di aspal, sebum nya beluber, break out parah gegara make cc cream, sigh, nyoba-nyoba inilah dia efeknya sodara sebangsa setanah air indonesia ;___; rupanya muka nggak compatible sama alkohol dan snail, kasiaan padahal kan efeknya snail itu bagus bingiit, maklum lah mukanya gak biasa dimanjain dengan yang mahal-mahal. Ngek.

Selain itu udahan segitu aja ngabisin duitnya, nyari nya juga gak gampang -_- jalan-jalan lagi masih belom ada rencana, udah pernah ngerasain nggak enaknya travelling sendiri malahan jadi males buat kemana-mana

Udah segini aja dulu ngomong gak pentingnya, banyak semoganya mudah-mudahan terkabul. Yeeeaaaay. 


The day’s finally come.
Yap, hari yang kami nggak tunggu-tunggu kedatangannya, it’s here.
Jadi teman kantor yang nikah dibulan Februari kemarin akan ikut suaminya tinggal di Bandung, Pida.

She’s a nice person, I mean she’s really nice and friendly dan semua orang sayang sama dia. Hihihi…

A very logical person, iya mikir nggak pake perasaan pokoknya kalau menurut dia begitu ya dia utarain pendapatnya aja terus, masalah perasaan orang belakangan, hahaha.

A good listener, dengarin curhatan dari yang nggak penting sampe yang nggak penting sekali dia rela ngasih telinganya, dan solusinya…very logic. Thanks (oke ini mulai sedih)

A good shopping and eating partner, belanja nggak akan pake rem, kami bisa balapan kencang untuk masalah yang satu ini, dan aku akan merindukan sosok dia yang selalu ada saat weekend dan butuh teman jalan.

A caring person, peduli sekali malahan cenderung kepo, aahaha, tapi itu dibutuhin untuk jadi istri yang baik kan? Bukan orang yang peka, kayaknya tombol peka nya macet deh, tapi overall yang seperti dia ini nggak akan dapat lagi dimanapun.

Seperti orang-orang bilang, kan bisa telepon, chatting, video call dan banyak media yang bisa dipakai, iya aku tau, tapi it’s going to be different. Beda ya kan?

image

Satu aja yang seperti dia, kenapa harus rezeki yang satu ini dikurangin? Aku akan sangat rindu dengan teman yang satu ini, entah itu ceriwisnya dia saat lapar, entah itu ajakannya yang sering tiba-tiba batal, komen pedasnya, rasa penasarannya, yang penting aku pasti rindu. Bukan seseorang yang sangat religius, tapi satu pintu rezeki ditutup, rezeki yang lain terbuka kan?

Pokoknya aku mendoakan dia berbahagia dimana pun dia, dan menjadi istri yang baik sekali, ibu yang baik tentu saja, karena dia sudah selesai jadi teman kami yang sangat baik. Makasi untuk menjadi teman yang baik selama 19 bulan, pida πŸ™‚


‘jadi kemarin itu kamu keluar sama cowok-cowok ini? Kamu sendirian lagi ceweknya’

Ngekeh sambil coba jokes garing yang pastinya nggak lucu, mukanya udah aneh aja, weird, his expression was, err, how long was it someone felt jealous on me? Two years ago? Nggak ingat tapi yang ini rada ngeri, iya mukanya langsung nggak enak terus mau ngapa-ngapain juga bingung. Jelasin panjang lebar kali tinggi kalo mereka itu cuma teman SMP tapi explanation denied deh -_-

‘cinta pertama kamu ada disini?’

Mampus, seriously mampus. White lie ato hurting truth? Nggak, sekali bohong terus-terusan bohong nantinya.

‘iya tapi itu kan cerita lama, lamaaaa kali’

Mukanya unexplainable lah pokoknya, rayuan maut nggak mempan, gombal apalagi, pura-pura mati aja udah.
But we’re not kids anymore kan? Dia bisa jadi mendadak dewasa kayak gitu dan aku juga kok jadi penurut nggak jelas. Yes he has it, charisma. Hoek.

‘maaf aku cemburu…’

Aku senyum, well too much common things on us dan aku jelasin kalo aku lebih parah malahan cemburunya, cuma belum keliatan aja, aku belajar nahan cemburu dari Rizki, dan works better than I thought. He laughed and rubbed my head. Semoga dia nggak berhenti cemburu seperti ini.
Well, love never felt so good.