Category Archives: Uncategorized

ah, lagi-lagi kelupaan buat nulis -.- iyak habis nikahan dan printilannya yang bikin sakit kepala all those things finished, akhirnya dan semua pada nanyain gimana udah nikah, gimana udah isi belom. I’m just simply answer ‘ya kira-kira gitu lah, mehehe’

and how is it after married? Hmm, we fight a lot like a lot, ya kayak sebentar-sebentar berantem, diam-diaman dan pergi ke urusan masing-masing sendiri. Yah begitulah .____. And I’m being tired so often, iyak mulai dari nyuci, sampe itu tumpukan baju masuk balik ke lemari is my job iya kerjaan sayah dan kerjaan suami itu ngabrek kamar aja pintarnya -_____-

til we share the house work dan kita jadi jarang berantem. Jadi sebenarnya kami jadi saling ngalah dan anggap aja all those things never happen. Udah gitu aja. Cuma pikiran kayak gitu yang bisa bikin kita jadi ogah berantem.

And what I think about marriage adalah kenapa sih orang-orang sibuk nanyain ‘kapan nikah’ karena the after life marriage itu gak mudah, are those people trying to get us to be into that ‘gak mudah’ part of life? (Suudzon deh) dan banyak lagi gak mudah lainnya abis nikah itu. Heleh dulu belum nikah aja pengennya cepet-cepet lah udah nikah jadi mikir I want my old life (manjat pohon) nanya sama suami is he happy? And he answered was unpredictable. ‘Yeah, I regret didn’t do this earlier. Maaf ya aku lama nyiapin kuliahnya, lama ketemu kamu juga. Can’t even describe it, beyond happiness when I’m living with you’ iih dasar laki-laki manis banget ngomongnya jadi nyesel udah ngata-ngatain. And yet that’s how the after-life marriage, I’m not recommended the marriage to you peps, but after doing it you won’t regret it. Yah begitulah.


I don’t know this is appropriate or not but whatever la ya. This is about a real nightmare after my marriage dan printilan nya yg bikin gemes.

Akhirnya I’m married. Yay! Dan next apasih yang semua pasangan mikir sehabis nikah? Yap, having a baby or babies, lot babies (pengsan)

Dan kita juga pengen itu, a little baby, our mini, our junior and we plan it as soon as possible, secara udah tuir ntah nungguin apa kalo ditunda.

And yes I never know that ‘that’ thing is fucking hurt like so much hurt. Apa iya abis itu berdarah-darah kayak film vampire? Terus darahnya bisa sampe berember ember, bisa sampe hampir pingsan, sampe keluar darah yang mengeras kayak seukuran tinju, iya? Apa iyaa? Anyone can you please answer that? (Nangis)

Jawabannya nggak dan something really wrong with that, ternyata dan ternyata he did it wrong, me neither. Payah pergi ke klinik untuk dijahit disana sini, terus harus bedrest dan gabisa jalan banyak, makan juga gak boleh banyak, karena, pup is the biggest enemy, iya mampus gila rasanya pengen nangis kalo udah pengen pup. And I shouldn’t squat. Mampus kan.

Till one day, while I was resting on the bed, husband popped out and ask why am I spacing out? Maybe I’m not ready to get married, I said. He hugged me, I cried. I’m not ready for this hurt, I’m not ready for all of this. I cried a lot nowadays, iya kayak anak umur belasan lagi swing moods, dan marah-marah gak jelas.

But he’s still there, suka gangguin pas enak-enaknya lagi ngegame, sabar dan cengar-cengir, I’m really sorry for everything ya. I need to get healing soon, physically and mentally. Pertama karena kamar udah berantakan kayak hutan dan yang kedua I need to laugh more.


nggak, sebenarnya juga nggak terlalu sibuk, tapi yah tetibaan hape itu sukses rusak jadi nggak mood nulis. Iyap benar itu hape cuma setaun aja mau idupnya padahal masih cinta-cintanya 😒

Waktu luang malah lagi banyak-banyaknya tapi malah nggak sempat buat nulis the end of 2016, iyap akhirnya 2016 said goodbye dan 2017 mulai disini. Semuanya bilang ‘gak lama lagi loh’ ah padahal lama tauk, dan lagi bayangin gimana nanti ya, dan semacamnya. Ekspektasi gak berani yang muluk-muluk, bisa bangun pagi sama ngurus dia aja syukur deh.

Terus, excited itu malahan yang sederhana sekali kayak pegi buat foto untuk dibuku nikah nanti. Teehee. Sama yang namanya fitting, itu kayaknya udah bahagia nggak tau bilang deh. Yah harapannya semoga lancar-lancar sampe nanti hari H, itu aja 😊


Halo bulan sembilan

Iya, September udah disini dengan ngasih hujan yang turun sepanjang hari, exactly sesuai dengan sebutannya berrr >__<

Dan apa kabar diet? Not so good and not that bad either. Tiga kilo turun, sip. 

Dan bagaimana hubungan ku dengan mama? Not so good not that bad either. Sip.

Apalagi ya? Ah iya, dibulan ini diawali dengan nggak enak. Dijodohkan (lagi), ditanya kapan mau akhiri masa lajang (lagi), ditanya ada niat S2 (udah gak pernah lagi ditanyain masalah ini), ditanya ‘what is so good being single?’ yeah actually what’s so good being single? I can’t say it’s nice being single, really, but being single means no kids, no responsibility, no headache. It’s mean, I know, but hey, how many people want those back? Those days when you don’t really have anything to think about and it’s just an empty phase in your head, yup completely blank. Call me childish, call me haven’t grown-up, but being single means you have so many times to thank your parents that they are there supporting you, and having ‘me-time’ without anyone disturbed. Ask me, do I love being single? Definitely, no, but I’m thankful for how I am now, and I hope that all of you pray for me not to be single anymore, soon, rather than asking me that question all over again. are you satisfied enough with my answer? 

Dan hari itu nggak ada yang protes dengan jawaban panjang dan sedikit sarkasme itu. Aku senyum lebar dan semua anggota keluarga yang ngumpul feeling uneasy. Siapa suruh nanya, Mamam tuh.


Iyah exactly, ini tentang racun kecil-kecil bikin gemes dan gak bisa jauh sehari aja, lipstick. 

Teehee :v

Enggak ingat kapan awal mulanya suka (baca: kalap) beli lipstick sebulan bisa sampe tiga biji dan akhirnya gak bisa disetop deh, nggak ngerti juga sebenarnya nyari apa dari racun itu, iya, I call them, racun, warna warni, jeng jeng jeng

Iyak jadi serius itu mereka semua nggak niat buat jadi koleksi, suer aku pake itu, dan sebagian lagi dibeli karena lagi hits di instagram dan ngetes ^ ^;

Dari kiri itu kissproof aku sumpah ampuun, gak pake lagi (nangis) karena ya simply bibir aku langsung kayak orang puasa minum, kering kemarau -_- begitulah. Dan sebagian warnanya too weird pas aku aplikasi ke bibir, too red, kayak stabilo, dan nggak cocok jadinya berubah fungsi jadi blush on, yah namanya juga ogah rugi anak emak ^ ^;

Akhirnya jadilah favorite itu ya dua ini aja

Silky Girl no 02 yang warna peach, udah habis malahan, pakenya sampe dikorek-korek dengan cotton bud (kasian) dan enggak niat beli lagi, simply karena aku udah lelah sama lipstick glossy, adek lelah bang (kata ini kekinian di 2016)

Satu lagi lip liner punya the body shop shade clover pink, udah pendek gitu kan, kliatan sering diubek-ubek ke bibir. Warnanya ini termasuk favorite dan belum ketemu yang kayak gini lagi selain di the body shop (kampret kan) dulu belinya 125rebu, sekarang udah 175rebu aja -____-. Masalah warnanya, sebutan shade nya pink mauve gitu, nyebutnya aja keren abis, dan ini pas pake banget dibibir aku yang warnanya kalo lipstick less (ngasal) purple dan brown, and it perfectly fine on me

Iya, senyumnya dimanis-manisin (muntah)

Okedeh segitu dulu masalah racunnya, diterusin malah gak abis-abis, ini udah malam dan mau bobo, besok apel pagi (gak penting) ciaobellaah~ *kiss bye*


kenapa agustus harus dimulai dengan leher yang sakit? keliatannya hobi tidur dengan gaya penari balet isn’t good, peps. Yaiyalah. Dan lagi-lagi susah nengok kekiri and it hurts like sooooo damn kampret hurt. Beberapa orang dikantor nyadar kalo leher lagi tepelintir yang jadi bahan ejekan dibilang salto sambil tidur, anak lasak. Well, exactly I am kok. Ireane juga nyadar pas kepala itu keliatan weird dan kaku trus dijaga baik-baik supaya nggak kena posisi sakitnya, tapi aku maksain aja makan cake and it was disappointed. Iyap betul, kue nya kecil dan bantet, rasanya udah beda. Pinternya cuma komentar. Humanity, kan. Jadi kenapa dari ngomongin leher lari jauh ke kue, all inside my head is connected. 

Enough tentang leher, it’s better now, mama. Hadeuh gak abis-abis kalo cerita tentang mama dan aku harus siapin mental casper tiap bulan demi hadapin not in the mood nya mama. Mama will act like you never existed in this universe when she is not mood. Aku berusaha ngobrol dan tanyain did I do something wrong, dan beliau cuma diem aja kayak nggak dengar dan kayaknya I’m a ghost or something, padahal aku gak make invisible cloak kok. Beneran. Tapi diperlakuin gitu sama mama isn’t easy at all, rasanya pengen kabur dari rumah. Karena aku ini attention seeker, dan dianggap angin gitu jadinya sediiiiiiiiih mampus mending dianggap kentut, dicari asalnya supaya bisa disalahin. Dan kalo moodnya mama coming back, it’s like nothing happen and nothing wrong and nothing was ever happened between us. -___________- serius ma, umur mama berapa sih? *dilempar ulekan batu*

Spender, I am. Dibulan ini malah udah ada rencana aja mau dikemanain itu duitnya padahal gajian belom. Ngek. Pengennya bisa makan cake lagi (seriously no more strawberry chocolate cake) terus juga jilbab? Mungkin bakalan kebeli, yang penting tabungan itu masi ada isinya, walopun yah ada, kurang, ada, kurang, gitu-gitu aja terus sampe semut beranak cicak. 

Dan aku dinas ke Meulaboh dengan pakbos awal bulan ini, dan baru kali itu aku bisa ngebut mandi, dandan, dan cau dari rumah. iya benar, dikasih kabar kalo jadi berangkat nya pagi jam setengah tujuh. Great. Aku lagi tebodoh-bodoh dikamar sambil mikir mau makan kemana sore nya nanti, eh tetibaan ditelepon dan disuruh siap-siap buat berangkat. Sering-sering aja gitu ya pak. 

Berangkatnya jam 8 pagi dan sampai sana sekitar jam 11an. Kerjaannya buat uji sandar kapal di pelabuhan yang baru rampung abis diancurin sama tsunami 2004. Capek? It wasn’t so tired, tapi kepala aku sekayak mau meleduk gegara masuk angin, pinggang juga nyut-nyut karena banyakan duduk.

And the last, him. Yah udah mau ngerti kalo gak dibolehin keluar malam lagi padahal umur udah 26, tapi namanya juga I’m still a daughter, mau nggak mau nurut juga. Mau ngerti juga kalo aku butuh perhatian sepanjang sungai musi. I’m so childish kan, dan sabar ditanyain setiap hari kapan kita kawin, I’m tired of dating, aren’t you? Teehee. Dan mau rela panas-panasan cuma karena aku pengen main.

Iya pokoknya seperti itu dan makasi lah ya, haha. Sejak kapan romantis itu ilang jadi gak bisa nulis kata-kata yang bikin muntaber lagi =_=
Udah gitu ajalah, sekian.


Bye

Sebentar lagi Juli akan menggantikan tempatnya Juni. Panas menyengat, hujan badai, angin kencang, cuaca yang nggak bisa ditebak adalah kata yang pas untuk bilang gimana Juni itu.
Gimana aku dibulan ini? Sejuta rasa malas-malasan, boros yang luar biasa, kamar yang amburadul, otak semrawut, dan perasaan yang berubah-ubah juga terjadi di Juni ini, iya benar, in our beloved June. Ngek.

Mama…stop acting like I never existed, ma. Rasanya pengen teriak begitu tapi ini bulan puasa dan orang yang pengen diteriakin itu adalah mama. dosa kan ya, dan dosanya bakalan jadi belipat deh tu. entah, tapi perasaan nggak dipeduliin sama mama itu jadi makin ember dan bikin muntaber, udah dibilang sama diri sendiri kalo itu semua nggak betul, tapi, yap, she…well, she just doesn’t really like me. Dan aku benci dibuat kayak gini -___-
Hasilnya aku jadi jarang ngobrol sama mama kecuali untuk urusan yang memang urgent. Whatever.

What else in June, ya..ehm ah iya Insomniac. Parah. Jadwal tidur jadi makin nggak beraturan, kadang liat kasur dikit langsung bisa tidur gimana pun ributnya suasana, kadang kasur udah nyaman, cuaca adem, mata malah kebuka lebar sampe sahur. Yang pasti tulang berasa patah semua, mata panda is too clingy onto my eyes dan berat badan yang semaput untuk nurunin nya malah udah berkurang aja dua kiloan.

Dan juga That dejavu feeling, peps. It’s kind of trauma, a friend said so. Ngetuk-ngetuk jari di dada pas perasaan itu balik, katanya itu masih normal kok, yasudah nggak usah dipikirin. Haha. Fake laugh.

Dan pokoknya dadah Juni, ada feeling abandoned dan unwanted segede raksasa dibulan ini. I’m not going to miss you, June. Bye.