At the right track

It’s been two weeks, yap udah dua minggu aja kerja di bidang baru…iya pakbos lama still butuh orang yang bisa bantu-bantu buat ketik surat sampe amplopin itu surat and all of his staffs are men, mostly men.

Weird, pertama-tama gabung disini, orang-orangnya lumayan ramah dan disebut-sebut orang baru tapi casing lama, is that a compliment or insult?
Masalah kerjaan, lagi nggak ada banyakan duduk disudut (still, tempat duduk disudut) lagi ada meh sekali, nggak bisa jauh-jauh sama amplop dan staplers.

Makan, ya diruangan ini harus tahan hasrat untuk ngunyah banyak, karena makanan always available dan aku nggak mau badan ini terus melar, karen akhir-akhir ini cuma baca bismillah aja naek berat badan udah naudzubillah *nangis*

Can’t say that I’m waiting for Monday, tapi nggak, senin udah nggak sama lagi kayak yang dulu, ruangan ajaib ini lebih banyak bapak-bapaknya that’s why dibilang sarang penyamun -__- dan ngerjain kerjaan cowok, juga.

Still, aku belanja banyak dan puasa demi bisa jalan-jalan lagi, ayah udah bilang ‘udah berhenti jalan-jalannya nak, nabung lah’ err aku belom ketemu tujuannya nabung selain jalan-jalan, dan mama cuma senyum aja dan bilang ‘terserah adek deh’ hasek!

People keep asking when am I going to get married. Dan pertanyaan itu udah sering dapat pas tahun 2012, tahun aku seriously kepengen berumah tangga ketimbang nyari duit. Dan saat itu orang baik hati yang katanya mau nikahin malah raib entah kemana, haha. Sometimes life is so funny.
2015 juga jadi tahun aku ingin menikah, well orangnya ilang lagi. Sekarang malahan kelewat santai dan bisa senyum-senyum dikulum aja pas ada yang tanyain. Entahlah sama pertanyaan yang satu itu, aku kok enggak terlalu tertarik buat ngebahas dan mama dan ayah juga ogah ngebahas up till one day I was asking him about it. ‘ayah kepikiran? ‘ ‘tidak sayang’ well aku merasa kalo kita ada dijalur yang benar dalam hal ini, tidak terlalu memikirkan tapi bukannya tidak dipikir. Heh. Pusing.
Yang penting kerja dan beli make up yang asik-asik dan jalan-jalan, lovestruck sekali masalah yang itu dan menikah, pada akhirnya semua akan menikah, kan? Mama cuma ketawa dengarnya.

Advertisements

Farewell

The day’s finally come.
Yap, hari yang kami nggak tunggu-tunggu kedatangannya, it’s here.
Jadi teman kantor yang nikah dibulan Februari kemarin akan ikut suaminya tinggal di Bandung, Pida.

She’s a nice person, I mean she’s really nice and friendly dan semua orang sayang sama dia. Hihihi…

A very logical person, iya mikir nggak pake perasaan pokoknya kalau menurut dia begitu ya dia utarain pendapatnya aja terus, masalah perasaan orang belakangan, hahaha.

A good listener, dengarin curhatan dari yang nggak penting sampe yang nggak penting sekali dia rela ngasih telinganya, dan solusinya…very logic. Thanks (oke ini mulai sedih)

A good shopping and eating partner, belanja nggak akan pake rem, kami bisa balapan kencang untuk masalah yang satu ini, dan aku akan merindukan sosok dia yang selalu ada saat weekend dan butuh teman jalan.

A caring person, peduli sekali malahan cenderung kepo, aahaha, tapi itu dibutuhin untuk jadi istri yang baik kan? Bukan orang yang peka, kayaknya tombol peka nya macet deh, tapi overall yang seperti dia ini nggak akan dapat lagi dimanapun.

Seperti orang-orang bilang, kan bisa telepon, chatting, video call dan banyak media yang bisa dipakai, iya aku tau, tapi it’s going to be different. Beda ya kan?

image

Satu aja yang seperti dia, kenapa harus rezeki yang satu ini dikurangin? Aku akan sangat rindu dengan teman yang satu ini, entah itu ceriwisnya dia saat lapar, entah itu ajakannya yang sering tiba-tiba batal, komen pedasnya, rasa penasarannya, yang penting aku pasti rindu. Bukan seseorang yang sangat religius, tapi satu pintu rezeki ditutup, rezeki yang lain terbuka kan?

Pokoknya aku mendoakan dia berbahagia dimana pun dia, dan menjadi istri yang baik sekali, ibu yang baik tentu saja, karena dia sudah selesai jadi teman kami yang sangat baik. Makasi untuk menjadi teman yang baik selama 19 bulan, pida πŸ™‚

Jealousy-o-meter

‘jadi kemarin itu kamu keluar sama cowok-cowok ini? Kamu sendirian lagi ceweknya’

Ngekeh sambil coba jokes garing yang pastinya nggak lucu, mukanya udah aneh aja, weird, his expression was, err, how long was it someone felt jealous on me? Two years ago? Nggak ingat tapi yang ini rada ngeri, iya mukanya langsung nggak enak terus mau ngapa-ngapain juga bingung. Jelasin panjang lebar kali tinggi kalo mereka itu cuma teman SMP tapi explanation denied deh -_-

‘cinta pertama kamu ada disini?’

Mampus, seriously mampus. White lie ato hurting truth? Nggak, sekali bohong terus-terusan bohong nantinya.

‘iya tapi itu kan cerita lama, lamaaaa kali’

Mukanya unexplainable lah pokoknya, rayuan maut nggak mempan, gombal apalagi, pura-pura mati aja udah.
But we’re not kids anymore kan? Dia bisa jadi mendadak dewasa kayak gitu dan aku juga kok jadi penurut nggak jelas. Yes he has it, charisma. Hoek.

‘maaf aku cemburu…’

Aku senyum, well too much common things on us dan aku jelasin kalo aku lebih parah malahan cemburunya, cuma belum keliatan aja, aku belajar nahan cemburu dari Rizki, dan works better than I thought. He laughed and rubbed my head. Semoga dia nggak berhenti cemburu seperti ini.
Well, love never felt so good.

April

April disini dan dimulai dengan sifat boros aku yang makin liar dan aurauran.
Aku hobi beli apa aja, dan itu nggak pake rem, belinya nggak satu pula, kampret kan.

Dikantor masih santai, sama pakbos lama masih sesekali dipanggil buat minta bantu, boleh bapak, saya padamu (masih) ahaha, ngawur abis yang ini.
Pakbos baru nggak suka staf nya nggak punya kerjaan, sering nyuruh yang gampang-gampang, fotocopy, arsip, ngetik risalah rapat, gitulah -__-

Dan, ahem, feelings revealed dibulan kemaren, nggak pernah mikir ujungnya jadi kayak gini, mikir aja males, apalagi bayangin, because he’s my friend. Dia bantu banyak disemua masalah, dan aku pengen bantuin dia dapat kerjaan yang bagus. Semua loker ditawarin dan dia cuma senyum awkward. Gak ada yang cocok apa ya? Ato aku yang kelewat ribet? Fiuh
Time passed, dia kerja ditempat yang dia mau, yang mungkin memang menurutnya itu yang klik kerjaannya and he told me all of this is for me.
*gulp* wait, what?
Sebenarnya aku sedikit khawatir, eh nggak, bayak khawatir nya, entah, menurut aku udah terlalu terlambat untuk mulai hubungan yang baru lagi, tapi mungkin udah kayak gini jalannya. Although we feel something behind our friendship, we’re still friend anyway. Ya, ngakak masi lomba-lombaan siapa yang paling besar suara, berebut aduk minuman di latte art, berebut duluan ngabisin minuman, dan hal nggak penting lainnya. We’re still the same, cuma kalo lagi rame-rame sering curi-curi pandang gak jelas aja. Weird.
Nggak sama semua teman diceritain tentang yang satu ini, entahlah karena aku sedikit malu untuk bilang kok kayaknya jadi banyak kali sesi dalam hidup ini untuk jatuh cinta ya -__-” seharusnya sesi itu ada dijaman SMA atau kuliah. Kamu telat dewasa, nak. Eh, sama mama dan ayah juga nggak diceritain, belum.
image

Yah seperti ini saja, harapan sudah mulai tumbuh sedikit, berdoa saja semoga tidak ada hal-hal aneh kedepan nanti.

Pakbos

Dikantor itu banyak bidang dan divisi nya masing-masing dan pas awal-awal masuk kesitu harapannya semoga atasan itu ibu-ibu aja, yah kan sekurang-kurangnya gampang lah ngertinya, dan meh hari itu doa masih di pending dan atasan aku bapak-bapak.

Pertama kali aku dengar nama asli pakbos sebelum liat orangnya, aku bayangin pakbos itu pendek dan gemuk -___- feeling agak kampret juga. Aslinya beliau tinggi, muka khas Aceh pake kali, still young, oh well, ganteng…

Pakbos orangnya cuek, baik, loyal, family man, dan panikan. Pas pakbos nyuruh ngerjain apaa gitu harus serba ngebut dan buru-buru, he rarely checked my work :p untungnya kerjaan jadi cepat siap, tapi nanti pas di cek sama bosbesar banyak revisi. Lol. tapi begitulah pakbos.

Pertama-tama kerja aku agak invisible buat pakbos, cuma upil yang masuk kerja lewat pintu belakang.
A year, sampe akhirnya pakbos mulai nyuruh-nyuruh kerja, akhirnya ada juga yang bisa aku kerjain dikantor itu, nggak sekedar makan gaji buta -__-
Dan tanggal 23 Maret 2016 ditahun ke 4 jabatan kasubbag pakbos gendong, beliau naik jabatan dan harus ninggalin bidang, divisi, kerjaan lamanya, bilik nya yang sempit, dan aku. Oke, aku mulai baper.
Galau setengah mati pas pakbos pindah, karena beliau baiknya nggak tau bilang dan udah mulai sedikit dianggap ada diruangan itu, tapi pindah dari bidang itu udah keinginan pakbos dari setahun yang lalu, jadi sedikit banyak aku juga senang akhirnya pakbos lepas dari rasa nggak sukanya dari kerjaan lama, sampai bolos ngantor sebagai bentuk protes keras ^__^;;;
Pakbos baru udah mulai tempatin bilik pakbos yang dulu, dan aku seriously mulai kangen dengan panggilan pakbos pas ada berkas yang harus diberesin dimeja nya. I should record it before he left, his voice kinda like addiction -__- with his low, manly and wise voice “ojiik”

Anyway, makasi pakbos udah jadi atasan yang baik dan saya banyak dapat pelajaran tentang kerja dari bapak πŸ™‚

Such a week

Santai, iyap begitulah…
Sk udah dapat, yes! Dengan segudang pasal dan peraturan yang udah di upgrade.

Sejauh ini lumayan santai dan aman
cuma ya kepikiran masalah itu, ah tapi udahlah, apaan juga dipikirin, jadi pura-pura bego aja.

Makan, main, tidur, yah sejauh ini seputaran itu aja hidupnya, semoga nggak ribet-ribet, males mikir soalnya. Yang sekarang ini bahagia saja dulu, semoga nggak hujan lagi, gerimis saja boleh, begitulah.

Ngeliatin kalender, Maret disini dan bisik-bisik masalah kebahagiaan Maret di tahun lalu. Ngeliatin postingan lama di path, udah a year ago lho…jadi ex-babang kamu sehat kan? Berbahagialah πŸ™‚

The silly 두근 λ‘κ·Ό

Heart’s beating faster than it ever be,
Staring at my phone screen silently, bluntly…
If I read those kind of quirky words, laughing harder all I can do, but tonight is different.
I kept staring at it, hard breathing, butterflies moving, cheeks blushing.
He kept repeating those words all over again, fine…take this heart and do what you want, I’m getting tired of taking care of it, I don’t care no more, take it and do whatever you want with it…hoping no more, doubting more and more, bunuh aja adek ini lah, dasar eek kuda.
-___________-