Tag Archives: friend

The day’s finally come.
Yap, hari yang kami nggak tunggu-tunggu kedatangannya, it’s here.
Jadi teman kantor yang nikah dibulan Februari kemarin akan ikut suaminya tinggal di Bandung, Pida.

She’s a nice person, I mean she’s really nice and friendly dan semua orang sayang sama dia. Hihihi…

A very logical person, iya mikir nggak pake perasaan pokoknya kalau menurut dia begitu ya dia utarain pendapatnya aja terus, masalah perasaan orang belakangan, hahaha.

A good listener, dengarin curhatan dari yang nggak penting sampe yang nggak penting sekali dia rela ngasih telinganya, dan solusinya…very logic. Thanks (oke ini mulai sedih)

A good shopping and eating partner, belanja nggak akan pake rem, kami bisa balapan kencang untuk masalah yang satu ini, dan aku akan merindukan sosok dia yang selalu ada saat weekend dan butuh teman jalan.

A caring person, peduli sekali malahan cenderung kepo, aahaha, tapi itu dibutuhin untuk jadi istri yang baik kan? Bukan orang yang peka, kayaknya tombol peka nya macet deh, tapi overall yang seperti dia ini nggak akan dapat lagi dimanapun.

Seperti orang-orang bilang, kan bisa telepon, chatting, video call dan banyak media yang bisa dipakai, iya aku tau, tapi it’s going to be different. Beda ya kan?

image

Satu aja yang seperti dia, kenapa harus rezeki yang satu ini dikurangin? Aku akan sangat rindu dengan teman yang satu ini, entah itu ceriwisnya dia saat lapar, entah itu ajakannya yang sering tiba-tiba batal, komen pedasnya, rasa penasarannya, yang penting aku pasti rindu. Bukan seseorang yang sangat religius, tapi satu pintu rezeki ditutup, rezeki yang lain terbuka kan?

Pokoknya aku mendoakan dia berbahagia dimana pun dia, dan menjadi istri yang baik sekali, ibu yang baik tentu saja, karena dia sudah selesai jadi teman kami yang sangat baik. Makasi untuk menjadi teman yang baik selama 19 bulan, pida πŸ™‚

Advertisements

Dan lagi-lagi secara nggak terasa februari udah mau habis aja, dan Maret udah didepan mata.

Still, jodoh belum menampakan tanda-tanda bakalan muncul, meh.

Tapi tetap aja Februari ini manis kayak strawberry chocolate cake yang aku makan selasa kemaren.

Dua teman terbaik meninggalkan masa singlenya dibulan ini. Wow. Selalu mikir, aku kapan ya ada diposisi itu. Tsktsktsk, cara untuk nambahin uban dikepala.

Dan adam levine nggak berhenti-berhenti nyanyiin sugar dibulan ini, karena aku ngerasa euphoria rasa itu lagi. Yap, exactly.

Dan tanpa beban aja rasa ini muncul dan membuat aku terlihat tolol dan gemuk dengan sempurna. Cengengesan nggak jelas, melamun sambil senyum najong, ngeliatin hp sambil ketawa, semangat ngunyah dan jadi daging, bukan cuma jadi angin dan eek. Those kind of feelings peps.

Tanpa ungkapan, tanpa kata romantis, tanpa perhatian yang bikin muntaber, tapi aku sempurna jatuh cinta. Orang yang sama sekali nggak pernah akan terpikir kalo ya ampun, aku cinta deh.

Dan aku terus-terusan khawatir apa hujan dan gluduknya datang lagi nanti? Gerimis saja boleh ya 😦
Aku memang selalu mikirin hal yang negatif dulu, dan feeling aku nggak enak (tapi masalah feeling ini selalu acakadut ujungnya)

Ya benar, aku harus berusaha untuk membuat perasaan ini nggak berkembang biak kayak kuman, sekurang-kurangny jangan gedek kali juga ini perasaan…

So here, the last awesome candid photo took that day when we had a trip, thanks for being such an awkwardly awesome friend ;*

B612_20160214_161030


Udah dari minggu kemarin dipaksain terus nonton drama Malaysia sama kawan kantor. Don’t want to…tapi penyakit yang punya darah A, nggak bisa bilang ‘no, thank you’

Yaudah di copy ke harddisk, cuma bisa natap sambil nangis dalam hati.
‘Kak ojii, gimana film nya seru kan?’
pesan whatsapp nya dibaca-dibaca-dibaca terus seratus kali nggak berubah. Open folder, mulailah film aneh itu muncul di layar laptop.
aku nggak suka, demi SoLim couple aku nggak suka.

‘Seru, seru…’ jawaban pendek dari folder film yang udah dibinasakan oleh ctrl+shift+del hapus sempurna.

Hasutan lain lagi, disuruh nonton WGM. Aku serius nggak pernah nonton WGM dan nggak niat nonton. Puhlease… itu udah scripted semua nya, dan aku nggak suka pasangan yang married karena scripted titik.

‘Harus nonton pokoknya, kak’
udah bisa ditebak kan aku langsung streaming…
Buset ini Jong Hyun cool abis, tapi not my type yang kayak kulkas gitu. Akhirnya pura-pura aja nonton, padahal dibiarin streaming sendiri, aku baca koran di depan komputer.

Aku nggak bisa bilang ‘aku, nggak mau’
silly me, yeah. Tapi gimana cara bilang nya coba?
Apa orang nya marah kalo aku nolak? Sakit hati nggak dia? Nanti nggak kawan lagi (dueng)

‘Dek, cuci piring ya…’ itu udah jam setengah dua belas malam, dan kepala aku nggangguk otomatis.

‘Mba, coba yang ini bagus untuk kulit nya mba…’ oke beli

‘Ozii, yok nonton 9D’ padahal duit lagi kering kerontang, angguk aja.

Aku yang diajak kemana aja hayuk dan nggak nolak, diajak temanin kesana kemari juga boleh, padahal tenaga udah 10% lagi…

Tough…nggak, aku cenderung lembek. Kadang berasa dimanfaatkan, tapi mikir jelek gitu juga nggak boleh. Mama bilang, adek itu keliatan nya aja strong, sok-sok an padahal aslinya keraton jawa. Lembek, mendayu-dayu. Males cari perkara. Makanya kalo disuruh ini itu angguk aja, males berdebat.
Apa iya? Dan orang yang seperti ini biasanya membosankan, right?

Me, not fun.


October’s here? For real??
Dan saya sedang apa siih jam satu lewat lima belas menit, malam, belum tidur, padahal paginya ada apel hari pancasila di kantor gubernur. Saya. Memang. Hebat.

Ntah lah, tapi Oktober udah mulai ngintip, ninggalin september di belakang nya…
mama masih belom pulang, yup benar mama masih asik di jakarta.
Tapi, hal yang paling pasti aku jadi dekaaaaaat sama azzam, iya azzam. Karena asal dia mewek dikit aku gendongin deh, walopun badan nya azzam udah setengah dari badan aku…rite, he grows that fast…

image

He’s that cute, and I am awesome. Muahahahaha
September jadi bulan yang paling ajaib lah, tes cpns di undur dan aku masih punya waktu untuk ngeliatin buku tes cpns nya..yah..

Jam…iya jam…aku galau deh jam itu, aku nungguin nya kayak nungguin thr dari azzam, nggak mungkin.
tapi cek jne on the way lah, semoga, dan semoga >_<

Ketemu lagi sama kawan lama, ine, yes dia itu kawan yang masih sering di line dan selalu jadi ine yang begitu.
Ketemu dan makan mie ramen yang insyaAllah aku nggak pergi lagi deh kesitu -_-
satu teman yang kabar nya masih sering update, yang masih sering chat, dan semoga dia tetap seperti itu, karena yang seperti dia udah mau punah di muka bumi ini…
iya, kawan yang lain entah gimana kabarnya, entah aku yang kelewat cuek atau mereka yang lost contact gitu aja. Yah, begitulah kabar tentang teman.

Aku mikirin si adek akhir-akhir ini…iya…adek, semoga dia sehat terus. Kemarin katanya kaki nya terkilir sampe bengkak gegara main futsal. -___-
just be careful, can't you?
Semoga semua nya lancar, rumah sepi, nggak ada lagi kawan cerita-cerita nggak mutu.

image

He’s so dark and going to be succeed. πŸ™‚

Pokok nya gitu deh, bye September, I love you anyway..


I know, I know, Eid Fitr had passed weeks ago. I don’t have much time to write on this blog when Eid Fitr was almost here or when Eid Fitr day… .____. Dan salah satu alasan lain nya karena modem nya berulah lagi seperti biasa…

Soooo, all of muslims (surely) wait for this day to come, only one day in a year and Fitr means become pure, holy, and reborn as a new person… A new better person. πŸ™‚

Many different things happened on Eid Fitr days (we usually celebrate it for three or five days) I visited my friends’ house as usual but this year I didn’t come to ine’s and mami’s house .___.
They seemed busy and I couldn’t nag them and kept questioning them when they were home. Aku rasa silaturahim ke rumah orang nggak gitu-gitu maksa juga γ…‘,γ…‘”
I’m kind of miss them *sobs*

Second, I visited Rona’s house. I never visited her house before, so this is a new thing (hahahaha nggak penting sekali sy ketawa)

Third, my junior high school buddy came to visit me!
We were really close together, he is someone that I could rely on. he always copied my math homework and I always nagged him to accompany me everywhere.
We’ve never seen to each other for almost 8-9 years! *cries over happiness*
I moved to Banda Aceh when graduated from junior high meanwhile he moved to Jakarta.
I smiled widely when I saw him walked towards me (bisa dibilang cengengesan nggak jelas sih γ…‘,γ…‘” )
He changed a lot! He used to have same height as me but he’s much taller now, beard is covering his chin ._.
And his voice is totally different from what I could remember.
At least he is still the same person, he’s still friendly and tells jokes a lot (I’m going to miss him)

and the last one is, we celebrated Eid Fitr with a newcomer family member (jiah) brother-in-law.

That was what happened on Eid Fitr, I wish I could be a better person, a better muslim πŸ™‚
Karena Idul Fitri udah habis, saat nya cari kerja lagi. *sigh* kasian banget guek γ…œγ…œ