Tag Archives: him

This post is for you, yeah you.

A small thank you from me, writing something for you.

Thank you for your understanding. Iya makasi banyak udah mau ngerti gimana moods itu bisa swing beberapa kali dalam sehari, bisa ngambek gak jelas, bisa nangis tetibaan, terus joget -_- and you never complain about it. 

Thank you for acting like a grown-up. Iya, malahan lebih dewasaan deh, ketimbang aku yang hobinya ngambek kalo dicuekin karena mancing, kerjaan, dan teman ngopi, dan bisa sesabar itu menghadapi so emotional me dan moody me, ajarin kek!

Thank you for sparing your time for me. Iya seminggu itu bisa ketemu lima kali sampe kadang kita cuma diem-dieman karena udah habis bahan, jadinya cuma duduk diam enjoying drinks and holding hands. It means a lot to me and you making it so damn special. Bahkan rela sediain waktu padahal udah ngantuk level dewa, I’m so annoying right, but there you are, smiling.

Iyaa, jadi maaf ya kalo ada banyak segala semoga dalam hubungan kita, I’m hoping so much dan I’m hoping you wish it too.

 
Jadi, sejuta terima kasih untuk kamu yang udah mau jadi teman, abang, pacar yang baik, semoga bisa segera jadi suami yang baik juga untuk aku nanti, dan juga thanks for not giving up on me, yeah you, Abdin nashir πŸ™‚


‘Aku berangkat nih…’
akhirnya laki-laki penting itu berangkat mudik juga, sehari sebelum lebaran. Yap. 17 juli. Yap. ulang tahun aku. Nasib…

Berharapnya pas ulang tahun itu yang disayang ada kan ya, apa harapan nya kelewatan? Kayaknya nggak deh.

Jam 8.12 tadi mendadak telepon

‘Hey!’

‘Heeey…’

‘Kok lemes? Capek ya bersih-bersihnya? Ahahaha’

‘Ho’oh…’

‘Eh, lagi dimana?’

‘Diruang tv…’

‘Iiih, keluar bentar dong…’

‘Males geraak…’

‘Malu dong teleponan didengarin mama…’

‘Gak apaa kali, apaan…’

‘Ada yang mau aku omongin, privacy niih’

Akhirnya bangun dengan sejuta rasa males, trus keluar rumah. udah ada aja yang berdiri sambil celingukan didepan rumah. Bukan, bukan dia…

‘Eh, kok ada aliev?’

‘Hah?? Ngapain si aliev?’

Aliev buka pintu pagar sambil bawa plastik gedek warna ijo, terus nyengir

‘Ini titipan dari rizki…’
Ngambil dengan muka begok gila.
Suara ketawa orang itu mulai kedengaran.

‘Hiiiing, apa niih…’

‘4 jam lagi sih, tapi selamat ulang tahun ya, maaf aku nggak bisa kasih langsung. Ulang tahun kamu pas lebaran sih…ahahaha’

‘Haaaaaah??’

‘Yaelah ahahahaha, semoga-semoganya udah didoain ya, tapi rahasia kamu nggak boleh tau. Cukup aku sama Allah aja…’

‘Hmm…makasi ya…’

‘Iyaaa, ahaha…eh udahan ya aku disuruh beli kelapa nih sama mama…daaaah’

Udah gitu aja dan aku masih nggak yakin, well ekspektasi nya dia bakalan ngasih kado nanti pas udah pulang mudik. Lagian aliev dari mana tau rumah? Gembel.
anyway, terimakasih kamu, dapat teman baru deh :3

image


‘Dia itu cuma teman, sayang’

‘Lah, kita itu dulunya juga teman…’

‘Iya memang, tapi kan maksud aku dekatin kamu nggak cuma sekedar teman’

*cemberut*

‘aku cuma nolongin skripsi mereka kok, itu aja’

*masih cemberut*

‘Kamu itu teman aku juga, teman hidup aku’

*jantung mulai nggak stabil*
Gawat, laki-laki ini lawan yang kuat. Cepat kali hati ini lemah, cuma digombalin gitu aja. Well, I like it. Kampret.


Itu hidup dia, yang dia ceritakan bahwa hidupnya pernah pahit.
diselingkuhin, ditikung teman, ditinggalkan…
How hard is that?

Meanwhile, mine is…
Diselingkuhi, ditinggalkan dengan satu orang yang sudah bersama selama 4 tahun.
I think I’m not gonna fall in love once again.

Dan dia bilang aku takut sekali sebenarnya untuk jatuh cinta lagi. Bagaimana kalau terulang lagi? Well, it’s the risk which is taken…

Dan aku yang santai dengan hubungan kami dan berpikir, aku sudah pernah mencintai sangat sekali dan dibuang begitu saja jadi dengan yang ini, Tuhan, jika dia pergi, kapanpun itu…aku ikhlas.

Dan dia yang tidak mau berbicara tentang hal yang serius terus dalam hubungan kami dan berpikir, aku sudah bernah bersikap sangat memuja dan diabaikan begitu saja jadi, Tuhan, jika yang ini pergi…aku rela.

We smiled, we both smile to our simply honest conversation.

Finally, we found our similarities, right? πŸ™‚


Dear you,
are you going to make me a diabetics?
you and your sweet words…

I can’t count how many times you make this silly heart flutters.
it stopped beating for seconds. I hate you.
You and your pick-up lines…

‘What were you doing in the office today?’
‘Nothing, just thinking about you…’

‘What do you want me to buy? I’m going to go back tomorrow’
‘Can you just stay here, near me, not going anywhere anymore?’

‘Hey, I want something…:)’
‘What are those? Tell me’
‘I want your caring, your loving, and you…’

So dear, you…
are you going to make my heart keeps fluttering? If the answer is yes, please don’t stop…silly me, right?


I love you
how long it’s been the last time I heard that words?
It felt so ordinary before, that words.

I miss you
butterflies started spreading around my tummy, my heart pumps like crazy. It feels different when you utter those words.

I don’t care how many girls you’ve told those, or how many times you’ve fallen into the wrong heart. All of us had past and it won’t disturb our future, no.
I’ve told you I’m not going to rely my happiness on someone, no more. You smile instead and put your happiness on me and you said because you believe I can make you happy until the rest of our life.
Gombal.
But your face looked serious. My heart fluttered.

No matter how many hellos you’ve meet or how you counted your goodbyes. But I’m going to be the sweetest hello and there’s no goodbye. InsyaAllah.
my F.R