Tag Archives: you

Dear, kamu.

Terimakasih karena sudah menjadi orang-orang yang sangat baik. orang yang aku anggap rezeki dari Allah, ada dikehidupan aku yang biasa sekali karena kalian jadi tidak biasa.

Terimakasih banyak udah dibikin ketawa, semua cerita didengarin, semua curhatan ditampung, air mata juga terhapus.

Terimakasih untuk dukungannya ya, nggak tau bagaimana cara berterimakasihnya lagi ini, yang pasti aku sayang kalian dan semoga semua yang terbaik untuk kalian diberikan sama Allah. Sama seperti doa-doa kalian untukku. Dan semoga, kalian juga menganggap bahwa aku bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk kalian.

Thank you
(Teruntuk para sahabat: Pida, Rina, Nadia, Anyak, Icut, Ireane, Imami, Rahila, Fhonna, Abdin, Agus, Iqbal, Try)

Advertisements

To you whom I left my heart, It broke already…into pieces
I still remember how we could fell for each other that deep, we couldn’t think straight. We didn’t think clearly, we were young.

To you whom I left my heart, I’ll take the pieces back…slowly.
I remember how I years passed faster than we thought, and how days seem so long nowadays. I think something, no someone is missing.

To you whom I left my heart, I’ll erase the memories, they are too much.
It was hard when you were around, but it is even harder when you are not around. I keep looking at my phone, check it repeatedly. Wishing that a call would come and your name would appear.

To you whom I left my heart, I’m sorry I couldn’t be much better for you.
I was trying hard to keep you around me, but the sun is me who is circled around you, my earth. You kept being the cloud, scattered away, how hard I’m trying to reach you, just empty wind that I could get.

To you whom I left my heart, my writings, my prays, my hopes were for you, but I’ll stop.
This is the last writing about you. I’m gonna stop thinking, remembering, memorizing everything about you, this is the last piece.
I have taken away my heart from you, nothing left…every pieces.
my head was fulfill about you, but it has stopped now.

To you whose heart never be given to me. Have a good life.


Boom!
*the sound of my head explodes*

Over thinking, yes yes and yes I do it several times nowadays
thinking something unimportant, as usual. And it does kill me slowly.

ν”Όκ³€, tired, capek
Bahkan satu kata dengan bahasa yang berbeda nggak bisa menggambarkan gimana capeknya.

Orang itu. Ya ya dan ya orang itu terus muncul dikepala. Lagi makan, lagi dijalan, lagi nonton, lagi cerita, lagi mandi. I’m fucked. Screwed. Done.

Bahkan lagi tidur aja nggak nyaman, why? Semingguan, eh tidak, sudah hampir sebulan mimpi nya ada dia terus. Nggak jadi leading man, jadi cameo. Muncul sebentar tapi munculnya disaat penting.
tidur nggak jadi kegiatan yang menyenangkan lagi. Capek.

Hape udah dilihatin selama beberapa hari, dan nomornya udah ditekan sempurna, tinggal tekan yang gambar telefon warna ijo. Brave. Itu yang nggak ada. Banyak ketakutan akan jawaban yang nggak mengenakkan bakalan terdengar. Misalnya, mau bagaimanapun kamu mikirin aku, aku sudah punya orang lain yang harus aku pikirkan.
Akhirnya, dihapus lagi nomornya, handphone nya disimpan bagus kedalam tas, lagi. Seperti itu terus sudah dua hari.

Yes, I do understand, understand and understand. Maybe that person never thought about me, not a single fuck.
What am I thinking?

Allah, will you make me strong this time? I almost give up. I almost throw away my pride. This is not true, right? I shouldn’t give up right?


It’s been October 29th… ._.
Jadi sebentar lagi oktober juga mau dadah dadahan aja…
Nggak terasa, dan oktober jadi bulan yang cukup bikin sakit…
Dimulai dari sakit hati, sakit badan, sakit kepala, sampai ketulang tulang sakit nya…
iya, tahun ini rajin sakit…musim berubah-ubah sakit pun rajin datang.
I’m not that kind of weak, but I’ve grown old -___-
Dan saya udah udah sadar nggak bisa suka hati begadang kayak dulu, badan udah mulai ngambek…

Oktober, dan bukan nya nggak tau kenapa bulan ini banyak air mata yang terbuang percuma…
yah, ntah lebih bagus tau atau nggak tapi…knowing is hurting, unknown is blessing.
dan saya lebih memilih lebih baik tau, karena udah saat nya kamu pergi dari pikiran saya, iya kan?
dan seolah olah saya dikasih pilihan jalan yang lebih baik sama Yang Maha Esa…
saya udah feeling, tapi dibuang jauh-jauh karena biasanya kamu balik lagi, pasti balik lagi mau gimanapun keadaan nya. Dan saya terbiasa dengan kamu yang begitu…
tapi sekarang saya udah harus sadar, kalau nggak baik kayak gitu…orang mau pergi kok ditahan?
Jawaban nya? Si bodoh ini terlalu sayang kamu, dear…
tapi si bodoh yang nggak mulai pintar ini harus mulai tau batas…
dan ikhlas? Ya, sayang…hal yang udah seharusnya si bodoh ini buat, ikhlas. Dan dia selalu gagal ikhlas…
Sekarang? Saya lagi belajar, belajar hidup nggak ada kamu.
belajar ikhlas hape itu jadi jarang sekali bunyi…
belajar ikhlas nggak ada lagi yang bikin semangat bangun pagi…
belajar ikhlas kamu nggak lagi ada di doa-doanya aku pas shalat…
Dan semoga saya lulus ujian nya, satu bulan hampir lewat nggak ada kamu, dan…dan…saya masih dapat nilai D, sayang….

Oke, Oktober makin berat karena di kamar sebelah masih kosong, si adek selesai pendidikan entah dia balik ke kamar sebelah atau tetap biarin kamar sebelah kosong…dan saya makin sedih, makin blues…

Hal yang bikin saya jadi kuat dikit mungkin keluarga, ada mama yang doain saya terus…
ayah, yang terus semangatin saya,
ingatin saya kalo, masih ada tanggung jawab yang masih jadi pe er…
Dan teman-teman yang masih ada pas saya lagi melamun kayak ayam…

dan saya entah bakalan jadi kayak Ted Mosby yang nggak bisa hapus itu si Robin dari kepala nya…
Dan walaupun kamu nggak balik, saya juga nggak berharap kamu balik lagi, karena jawaban tidak selalu ada kalau kamu balik…
dan memori, iya itu yang buat saya sedih…
Saya harap memori dikepala saya bisa cepat kena virus…

Bye kamu (finally), bye…