Author Archives: Ozy

udah terlalu lama nggak nulis, nggak sibuk padahal tapi yah buat login itu susahnya ampun-ampunan.

and after those things happen in 8 months, we’re expecting a baby. Yeay! Alhamdulillah.

iya ini sekarang udah 23 minggu dibawa-bawa dalam perut, dan berat udah sukses naik 6kg, orang-orang bilang ‘kok naiknya dikit siih’ hmm, nggak tau juga, yang penting yang didalam sini sehat saja dan nggak kurang apapun, ya kan nak? Dan lagi sering-seringnya gerak, dan yang bikin senang itu cuma diri sendiri yang bisa ngerasain kalo dia didalam sangat heboh. Kalo suami udah pegang perut pasti dia diam aja, usil kan.

and what’s the change on you besides of stomach that’s getting big? Kirain bakalan jadi sangat moody ataupun lainnya yang bikin suami jadi kribo, eh ternyata cuma sering nangis aja, meheheh (cuma). iya kalo ditinggal suami pergi dinas keluar daerah, mewek. Suami sibuk sama hape, mewek. Suami bilang cuma manjanya aja yang nambah, keliatannya nanti this little manja deh sama ayahnya. Dan kami berdua udah nggak sabar (pastinya) untuk ketemu sama sikecil yang hobi nendang ini. Semoga dia sehat-sehat terus.

dan pernah nggak kamu jatuh cinta sama yang nggak pernah kamu lihat dan kamu bayangin seperti apa rupanya. Tapi kamu cinta aja dan mendoakan yang terbaik untuknya setiap hari dan itu udah bikin kamu sangat bahagia. Ya, itu yang dirasain setiap hari. bunda dan ayah udah nggak sabar untuk ketemu 🙂

Advertisements

ah, lagi-lagi kelupaan buat nulis -.- iyak habis nikahan dan printilannya yang bikin sakit kepala all those things finished, akhirnya dan semua pada nanyain gimana udah nikah, gimana udah isi belom. I’m just simply answer ‘ya kira-kira gitu lah, mehehe’

and how is it after married? Hmm, we fight a lot like a lot, ya kayak sebentar-sebentar berantem, diam-diaman dan pergi ke urusan masing-masing sendiri. Yah begitulah .____. And I’m being tired so often, iyak mulai dari nyuci, sampe itu tumpukan baju masuk balik ke lemari is my job iya kerjaan sayah dan kerjaan suami itu ngabrek kamar aja pintarnya -_____-

til we share the house work dan kita jadi jarang berantem. Jadi sebenarnya kami jadi saling ngalah dan anggap aja all those things never happen. Udah gitu aja. Cuma pikiran kayak gitu yang bisa bikin kita jadi ogah berantem.

And what I think about marriage adalah kenapa sih orang-orang sibuk nanyain ‘kapan nikah’ karena the after life marriage itu gak mudah, are those people trying to get us to be into that ‘gak mudah’ part of life? (Suudzon deh) dan banyak lagi gak mudah lainnya abis nikah itu. Heleh dulu belum nikah aja pengennya cepet-cepet lah udah nikah jadi mikir I want my old life (manjat pohon) nanya sama suami is he happy? And he answered was unpredictable. ‘Yeah, I regret didn’t do this earlier. Maaf ya aku lama nyiapin kuliahnya, lama ketemu kamu juga. Can’t even describe it, beyond happiness when I’m living with you’ iih dasar laki-laki manis banget ngomongnya jadi nyesel udah ngata-ngatain. And yet that’s how the after-life marriage, I’m not recommended the marriage to you peps, but after doing it you won’t regret it. Yah begitulah.


I don’t know this is appropriate or not but whatever la ya. This is about a real nightmare after my marriage dan printilan nya yg bikin gemes.

Akhirnya I’m married. Yay! Dan next apasih yang semua pasangan mikir sehabis nikah? Yap, having a baby or babies, lot babies (pengsan)

Dan kita juga pengen itu, a little baby, our mini, our junior and we plan it as soon as possible, secara udah tuir ntah nungguin apa kalo ditunda.

And yes I never know that ‘that’ thing is fucking hurt like so much hurt. Apa iya abis itu berdarah-darah kayak film vampire? Terus darahnya bisa sampe berember ember, bisa sampe hampir pingsan, sampe keluar darah yang mengeras kayak seukuran tinju, iya? Apa iyaa? Anyone can you please answer that? (Nangis)

Jawabannya nggak dan something really wrong with that, ternyata dan ternyata he did it wrong, me neither. Payah pergi ke klinik untuk dijahit disana sini, terus harus bedrest dan gabisa jalan banyak, makan juga gak boleh banyak, karena, pup is the biggest enemy, iya mampus gila rasanya pengen nangis kalo udah pengen pup. And I shouldn’t squat. Mampus kan.

Till one day, while I was resting on the bed, husband popped out and ask why am I spacing out? Maybe I’m not ready to get married, I said. He hugged me, I cried. I’m not ready for this hurt, I’m not ready for all of this. I cried a lot nowadays, iya kayak anak umur belasan lagi swing moods, dan marah-marah gak jelas.

But he’s still there, suka gangguin pas enak-enaknya lagi ngegame, sabar dan cengar-cengir, I’m really sorry for everything ya. I need to get healing soon, physically and mentally. Pertama karena kamar udah berantakan kayak hutan dan yang kedua I need to laugh more.


nggak, sebenarnya juga nggak terlalu sibuk, tapi yah tetibaan hape itu sukses rusak jadi nggak mood nulis. Iyap benar itu hape cuma setaun aja mau idupnya padahal masih cinta-cintanya 😢

Waktu luang malah lagi banyak-banyaknya tapi malah nggak sempat buat nulis the end of 2016, iyap akhirnya 2016 said goodbye dan 2017 mulai disini. Semuanya bilang ‘gak lama lagi loh’ ah padahal lama tauk, dan lagi bayangin gimana nanti ya, dan semacamnya. Ekspektasi gak berani yang muluk-muluk, bisa bangun pagi sama ngurus dia aja syukur deh.

Terus, excited itu malahan yang sederhana sekali kayak pegi buat foto untuk dibuku nikah nanti. Teehee. Sama yang namanya fitting, itu kayaknya udah bahagia nggak tau bilang deh. Yah harapannya semoga lancar-lancar sampe nanti hari H, itu aja 😊


This post is for you, yeah you.

A small thank you from me, writing something for you.

Thank you for your understanding. Iya makasi banyak udah mau ngerti gimana moods itu bisa swing beberapa kali dalam sehari, bisa ngambek gak jelas, bisa nangis tetibaan, terus joget -_- and you never complain about it. 

Thank you for acting like a grown-up. Iya, malahan lebih dewasaan deh, ketimbang aku yang hobinya ngambek kalo dicuekin karena mancing, kerjaan, dan teman ngopi, dan bisa sesabar itu menghadapi so emotional me dan moody me, ajarin kek!

Thank you for sparing your time for me. Iya seminggu itu bisa ketemu lima kali sampe kadang kita cuma diem-dieman karena udah habis bahan, jadinya cuma duduk diam enjoying drinks and holding hands. It means a lot to me and you making it so damn special. Bahkan rela sediain waktu padahal udah ngantuk level dewa, I’m so annoying right, but there you are, smiling.

Iyaa, jadi maaf ya kalo ada banyak segala semoga dalam hubungan kita, I’m hoping so much dan I’m hoping you wish it too.

 
Jadi, sejuta terima kasih untuk kamu yang udah mau jadi teman, abang, pacar yang baik, semoga bisa segera jadi suami yang baik juga untuk aku nanti, dan juga thanks for not giving up on me, yeah you, Abdin nashir 🙂


Saya, sayaa *acungin telunjuk*

Yap, how to describe myself in split seconds. 

Nggak tau kapan mulainya, but one day I realize that, how can I be so much awkward around people, ngomong jadi susah, dikepala terus-terusan ada yang ngedumel kalo bilang ini kayaknya aneh deh, mending gausah bilang gitu nanti dikirain sok lucu, better be quiet, dan banyak lagi yang bikin otak korslet. Damn.

So there’s a day pas si pacar ngajak kerumah supaya bisa kenal sama adeknya dan sodaranya. itu sepanjang jalan surah An-naas dibaca ulang-ulang supaya gak ada yang tersinggung pas ngomong nanti. Thousands huft.

Kenapa ya ma? I’m asking her one day.

Memang udah dari dulu gitu kok, you’re not as social as your sister and brother, and you don’t have that as much friends as they are.

Ah, banyak teman juga cuma bikin pusing, belom lagi kalo udah ngambek, belom lagi harus atur jadwal kalo mau jumpa…see that’s how who you are… Tiba-tiba mama motong sebelum aku ngumbar alasan aneh lainnya.

Siapa emanf yang protes adek kayak gitu?

Nobody, but myself…

How can people love you if you kept comparing yourself to others?

Mingkem

Iya emang mama betul, tapi sejuta rasa nggak enak kalo udah tau bakalan ketemu orang banyak dan muka pasti kayak lagi nahan kentut (sebenarnya iya juga sih) it’s a problem for me, tapi mama bilang it’s not a big deal. 

Eh tapi ingat nggak adek termasuk yang paling ramah pas di Korea, you greeted people and smiled a lot, itu kenapa? I wish I knew the answer 😅

Ah, jadi kangen Seoul…


Halo bulan sembilan

Iya, September udah disini dengan ngasih hujan yang turun sepanjang hari, exactly sesuai dengan sebutannya berrr >__<

Dan apa kabar diet? Not so good and not that bad either. Tiga kilo turun, sip. 

Dan bagaimana hubungan ku dengan mama? Not so good not that bad either. Sip.

Apalagi ya? Ah iya, dibulan ini diawali dengan nggak enak. Dijodohkan (lagi), ditanya kapan mau akhiri masa lajang (lagi), ditanya ada niat S2 (udah gak pernah lagi ditanyain masalah ini), ditanya ‘what is so good being single?’ yeah actually what’s so good being single? I can’t say it’s nice being single, really, but being single means no kids, no responsibility, no headache. It’s mean, I know, but hey, how many people want those back? Those days when you don’t really have anything to think about and it’s just an empty phase in your head, yup completely blank. Call me childish, call me haven’t grown-up, but being single means you have so many times to thank your parents that they are there supporting you, and having ‘me-time’ without anyone disturbed. Ask me, do I love being single? Definitely, no, but I’m thankful for how I am now, and I hope that all of you pray for me not to be single anymore, soon, rather than asking me that question all over again. are you satisfied enough with my answer? 

Dan hari itu nggak ada yang protes dengan jawaban panjang dan sedikit sarkasme itu. Aku senyum lebar dan semua anggota keluarga yang ngumpul feeling uneasy. Siapa suruh nanya, Mamam tuh.